Bupati Jepara Tinjau Desa Kebanjiran, Infrastruktur Terdampak Mulai Didata

Alip Sutarto
Bupati Jepara Witiarso Utomo tinjau banjir di Desa Batukali, Kecamatan Pecangan, Senin (12/1/2025). (Foto : iNewsPantura.id/ Alip S).

JEPARA, iNewsPantura.idBupati Jepara, H. Witiarso Utomo, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jepara serta jajaran kepala dinas terkait, melaksanakan monitoring bencana alam di beberapa desa yang terdampak banjir dan kerusakan infrastruktur, Senin (12/1/2026).

Monitoring bencana tersebut dilakukan sebagai bentuk respon cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terhadap dampak bencana alam yang terjadi di wilayahnya. Kegiatan monitoring ini dibagi menjadi dua tim, Tim I dipimpin langsung oleh Bupati Jepara, sementara Tim II dipimpin oleh Wakil Bupati Jepara.

Lokasi pertama yang ditinjau oleh Bupati Jepara berada di Desa Ngetuk. Di lokasi ini, Bupati melihat secara langsung kondisi jembatan yang terputus akibat hanyut diterjang banjir. Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Ngetuk dengan Desa Karangnongko, sehingga kerusakannya berdampak langsung pada mobilitas dan aktivitas masyarakat setempat.

Selanjutnya, Bupati Jepara melanjutkan peninjauan ke lokasi kedua di Desa Kuanyar. Di desa ini, terdapat tanggul jebol dengan lebar sekitar 5 meter dan tinggi 3 meter yang mengakibatkan air meluap hingga merendam rumah warga. Tanggul jebol tersebut disebabkan oleh tidak mampunya menahan debit air yang mencapai kurang lebih 200 meter kubik.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jepara juga menyapa warga yang terdampak serta melihat langsung upaya gotong royong masyarakat dalam menghadapi musibah. Bupati turut memberikan doa dan dukungan moril agar warga diberikan kekuatan dan ketabahan.

Dalam wawancara dengan para jurnalis, Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo menyampaikan bahwa kondisi bencana alam yang terjadi saat ini bersifat sangat mendesak dan membutuhkan penanganan segera dari Pemerintah Kabupaten Jepara. Oleh karena itu, Pemkab Jepara berkomitmen untuk mengambil langkah cepat melalui penyaluran Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) guna mendukung upaya penanganan darurat serta percepatan pemulihan di wilayah terdampak.

“Bencana ini sangat urgent dan akan kita bantu dengan dana BTT. Mudah-mudahan setelah Lebaran nanti sudah bisa kita bangun kembali,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa terdapat delapan kecamatan di Kabupaten Jepara yang terdampak bencana, dan saat ini kondisinya berangsur membaik. Adapun dampak terparah terjadi di Desa Tempur.

“Untuk Desa Tempur, alhamdulillah semua logistik aman, listrik sudah menyala sejak tadi malam. Hari ini mulai dilakukan pembangunan badan jalan, jika cuaca mendukung sehingga alat berat bisa naik,” jelasnya.

Bupati Jepara juga menegaskan bahwa sumber pendanaan untuk perbaikan infrastruktur dan penanganan pascabencana akan berasal dari berbagai pihak, mulai dari Dana BTT, CSR, hingga partisipasi masyarakat.

“Sekali lagi, dana untuk memperbaiki ini semua bisa berasal dari BTT, CSR, dan juga dari masyarakat. Semua akan kita kerahkan demi Jepara yang lebih baik lagi,” pungkasnya.

Editor : Suryo Sukarno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network