KUDUS, iNewaPantura.id – Perayaan Dandangan 2026 di Kabupaten Kudus tak hanya menghadirkan kemeriahan budaya dan pertunjukan barongsai, tetapi juga menjadi panggung transformasi digital bagi ratusan pelaku UMKM.
Melalui momentum tradisi tahunan ini, Bank Rakyat Indonesia Cabang Kudus mengintegrasikan budaya dan teknologi dengan mendorong penggunaan QRIS di area perayaan. Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas inklusi keuangan digital sekaligus memperkuat fondasi administrasi usaha para pedagang.
Pimpinan Cabang BRI Kudus, Yudiarto, menegaskan bahwa Dandangan bukan sekadar pesta rakyat, tetapi peluang emas untuk edukasi keuangan digital.
“Penggunaan QRIS bukan hanya soal transaksi non-tunai. Ini adalah bentuk validasi arus kas usaha. Ketika transaksi tercatat langsung di rekening, administrasi UMKM menjadi lebih akuntabel dan itu mempermudah akses pembiayaan ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu hambatan utama UMKM dalam mengakses kredit perbankan adalah pencatatan keuangan yang belum tertata rapi. Dengan QRIS, setiap transaksi terekam otomatis dan transparan.
400 Pedagang Sudah Pakai QRIS
Tercatat sekitar 400 pedagang di arena Dandangan telah mengadopsi layanan QRIS. Proses pendaftaran pun dibuat semakin mudah melalui aplikasi BRI Merchant yang dapat diakses secara mandiri tanpa harus datang ke kantor cabang.
Langkah ini dinilai mampu mempercepat digitalisasi UMKM, sekaligus memberikan rasa aman dalam bertransaksi di tengah padatnya pengunjung.
5.000 Pengunjung dalam Semalam
Dari sisi kunjungan, Dandangan 2026 mencatat lonjakan signifikan. Managing Director Manajemen Dandangan 2026, Anjas Pramono, menyebut jumlah pengunjung sempat menembus angka 5.000 orang dalam satu malam.
“Kepadatan pengunjung menunjukkan geliat ekonomi yang luar biasa. Dengan jumlah pedagang lebih dari seribu orang, kolaborasi sistem pembayaran digital seperti yang didorong BRI sangat membantu keamanan dan kepraktisan transaksi,” katanya.
Kemeriahan karnaval barongsai dan hiburan rakyat yang memadati kawasan perayaan menjadi bukti bahwa Dandangan bukan hanya tradisi, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal.
Melalui sinergi budaya dan digitalisasi ini, Dandangan diharapkan tak sekadar menjadi magnet wisata tahunan, tetapi juga titik akselerasi transformasi ekonomi masyarakat Kudus menuju ekosistem UMKM yang lebih modern, transparan, dan berdaya saing.
Editor : Suryo Sukarno
Artikel Terkait
