Polda Jateng dan Polres Pekalongan Kembali Olah TKP Penembakan Boim, Proyektil Dipastikan dari Senpi
PEKALONGAN, iNewsPantura.id – Tim gabungan dari Polda Jateng dan Polres Pekalongan kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait aksi penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) yang menimpa Amat Muzakhin alias Boim (56), tokoh masyarakat Kedungwuni.
Olah TKP lanjutan dilakukan untuk memperkuat bukti forensik sekaligus memastikan jenis proyektil yang digunakan pelaku. Polisi memastikan proyektil yang ditemukan merupakan hasil tembakan senjata api. Namun, jenis dan tipe senjata yang digunakan masih dalam proses penyelidikan laboratorium forensik.
Kapolres Pekalongan, Rachmad C. Yusuf, yang hadir langsung di lokasi didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Muh Anwar Nasir, Kabid Labfor Polda Jateng M Fauzi Hidayat, serta Kasubdit Jatanras Polda Jateng AKBP Helmy Tamaela, menegaskan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, proyektil yang kami amankan dipastikan berasal dari senjata api. Namun untuk jenis maupun tipenya masih dalam pendalaman oleh tim laboratorium forensik,” tegas AKBP Rachmad C. Yusuf, Minggu (15/2/2026).
Dari pemeriksaan sementara dan dari CCTV , penembakan tidak mengarah langsung ke korban. " Tembakan mengarah agak ke atas mengenai plavon dan proyetil terpental ke garasi, "jelas Kapolres.
Ia memastikan seluruh bukti teknis sedang dianalisis guna mengungkap identitas pelaku dan motif di balik aksi tersebut.
“Kami bekerja secara profesional dan terukur. Semua kemungkinan, termasuk unsur teror atau intimidasi, masih kami dalami. Kami mohon masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan perkara ini kepada kepolisian,” lanjutnya.
Kronologi Penembakan
Peristiwa penembakan terjadi pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 21.10 WIB di teras rumah korban di Dukuh Capgawen, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.
Saat itu, Boim tengah duduk santai bersama dua rekannya. Tiba-tiba seorang pria tak dikenal datang mengendarai sepeda motor matic warna hitam dengan pelat nomor yang ditutup plastik kresek putih.
Pelaku mengenakan jaket kulit hitam, celana pendek hitam, helm hitam, serta masker abu-abu. Setelah memutar balik kendaraannya di depan gerbang rumah korban, pelaku mengeluarkan pistol dan melepaskan satu kali tembakan ke arah teras.
Beruntung, tembakan tidak mengenai korban. Proyektil menghantam bagian atas dinding dan plafon teras sebelum akhirnya ditemukan di area garasi rumah.
“Saya tidak punya firasat apa-apa. Saya kira itu pengirim paket atau tamu yang datang,” ujar Boim.
Ia mengaku tidak memiliki persoalan pribadi dengan siapa pun dan belum mengetahui motif di balik aksi tersebut.
“Saya tidak bisa menebak siapa pelakunya. Tidak ada masalah pribadi yang saya rasakan,” katanya.
Aktivis dan Suami Anggota DPRD Jateng
Boim dikenal sebagai tokoh masyarakat yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ia juga merupakan suami dari anggota DPRD Jawa Tengah, Nur Fatwah, dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Dalam beberapa waktu terakhir, Boim diketahui tengah mendampingi kasus dugaan penculikan yang sedang berproses di Polda Jawa Tengah. Namun, ia belum dapat memastikan apakah insiden penembakan tersebut berkaitan dengan aktivitasnya.
“Saya memang sedang mendampingi kasus penculikan yang ditangani Polda Jateng. Tapi apakah ada kaitannya atau tidak, saya belum tahu,” ujarnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu pelaku yang melarikan diri ke arah utara usai melepaskan tembakan. Warga Kedungwuni berharap pelaku segera tertangkap agar situasi keamanan kembali kondusif.
Editor : Suryo Sukarno
Artikel Terkait
