Kasus Teror Penembakan Pekalongan: Polisi Periksa 9 Saksi dan Perdalam Bukti CCTV

Suryo Sukarno
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf memberikan keterangan pers terkait perkembangan penyelidikan kasus teror penembakan, Senin (16/2/2026). Foto : iNewsPantura.id/ Suryo S

PEKALONGAN, iNewsPantura.id – Penyelidikan kasus teror penembakan yang menggegerkan warga Kabupaten Pekalongan terus dikebut aparat kepolisian. Tim gabungan dari Polres Pekalongan dan Polda Jawa Tengah bergerak cepat mengurai jejak pelaku melalui pemeriksaan saksi hingga analisis rekaman kamera pengawas (CCTV).

Kapolres Pekalongan, Rachmad C. Yusuf, menegaskan bahwa proses penyelidikan dilakukan secara maraton dan profesional. Sejumlah saksi yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) telah dimintai keterangan untuk memperkuat konstruksi peristiwa.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi di TKP secara maraton. Rekaman CCTV di lokasi juga telah kami amankan untuk dianalisis lebih mendalam guna mengumpulkan bukti pendukung serta mengidentifikasi ciri-ciri pelaku,” ujar AKBP Rachmad saat memberikan keterangan pers di Mapolres Pekalongan, Senin (16/2/2026).

Dari hasil analisis awal rekaman CCTV, polisi mendeteksi keberadaan satu orang terduga pelaku di sekitar lokasi saat insiden terjadi pada Sabtu (14/2) malam. Identitasnya kini masih dalam pendalaman intensif.

“Kami pastikan proses ini berjalan transparan dan profesional. Setiap petunjuk akan kami dalami,” tegasnya.

Sementara itu, terkait jenis senjata yang digunakan, kepolisian masih menunggu hasil uji balistik dari Bidlabfor Polda Jateng. Proyektil yang ditemukan di garasi rumah korban diketahui berbahan timah, sehingga membutuhkan analisis khusus untuk memastikan jenis senjata api yang dipakai pelaku.

“Proyektil masih dalam proses analisa dan evaluasi. Karena berbahan timah, kami harus benar-benar memastikan jenis senjata api yang digunakan,” jelas Kapolres.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, aparat kepolisian kini melakukan penjagaan 24 jam di sekitar lokasi kejadian. Langkah ini diambil guna mencegah potensi gangguan keamanan susulan sekaligus meredam keresahan warga.

Polisi pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi isu yang belum jelas kebenarannya.

“Kami bekerja maksimal untuk segera mengungkap pelaku teror penembakan ini,” pungkasnya.

Editor : Suryo Sukarno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network