Atap Gedung Baru SMA Negeri 3 Pekalongan Ambruk

Suryo Sukarno
Kondisi atap lantai dua gedung baru SMA Negeri 3 Kota Pekalongan yang ambruk. (Foto : iNewsPantura.id/ Suryo S).

PEKALONGAN, iNewsPantura.id – Peristiwa mengejutkan datang dari SMA Negeri 3 Pekalongan. Atap gedung lantai dua ruang perpustakaan yang berada di Jalan Progo No. 28, Pekalongan Utara, roboh pada Jumat sore (20/2/2026) sekitar pukul 15.50 WIB.

Ironisnya, bangunan tersebut merupakan bagian dari proyek revitalisasi yang baru saja rampung dan diserahterimakan pada November 2025. Nilai proyeknya pun tak kecil, mencapai Rp3,6 miliar dari APBN Tahun Anggaran 2025.

Ambruk Jelang Sore, Ruangan Beruntung Kosong

Plt Kepala SMAN 3 Pekalongan, Muhammad Dul Salam, mengatakan saat kejadian dirinya tengah berada di ruang kerja menyelesaikan administrasi.

“Begitu saya keluar, ternyata atap ruang perpustakaan sudah ambruk. Pikiran pertama saya memastikan apakah ada orang di dalam. Alhamdulillah, ruangan dalam keadaan kosong,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kerusakan terlihat cukup parah. Hingga Senin siang, material baja ringan dan genteng tanah liat masih berserakan di sekitar lokasi.

Pihak sekolah langsung mensterilkan area dan memindahkan siswa dari kelas yang berada di sekitar gedung terdampak.

“Anak-anak yang kelasnya dekat dengan ruang tersebut sudah kami pindahkan demi kenyamanan dan keamanan proses belajar,” tegas Dul Salam.

Baru Direvitalisasi, Sudah Roboh
Gedung dua lantai itu merupakan fasilitas baru hasil program revitalisasi yang mencakup ruang laboratorium, ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, hingga toilet. Proyek ini merupakan Bantuan Program Revitalisasi SMA dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Berdasarkan papan informasi proyek, pembangunan dimulai 19 Agustus 2025 dengan durasi 120 hari kalender dan total anggaran Rp3.606.040.000.
Fakta bahwa bangunan yang baru selesai beberapa bulan lalu sudah ambruk, langsung memicu tanda tanya publik.

Dugaan Ketidaksesuaian Konstruksi
Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Kusno, mengaku prihatin atas insiden tersebut. Ia memastikan bangunan yang roboh bukan ruang kelas aktif.

“Alhamdulillah bukan gedung kelas untuk kegiatan belajar mengajar, dan saat ambruk juga tidak digunakan siswa,” katanya.

Namun Kusno mengungkap dugaan awal adanya ketidaksesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan konstruksi atap.

“Harusnya konstruksinya menggunakan multi-roof, tetapi ternyata memakai genteng. Ini sudah tidak sesuai. Konstruksi kuda-kudanya mungkin tidak kuat menahan beban, sehingga berdampak ambruk,” jelasnya.

Ia menegaskan pihak pelaksana pembangunan wajib bertanggung jawab memperbaiki kembali bangunan tersebut sesuai rencana awal.

Skema Swakelola, Bukan Kontraktor

Kusno juga menjelaskan bahwa program revitalisasi tersebut dilaksanakan melalui skema swakelola oleh pihak sekolah, bukan melalui kontraktor pihak ketiga.

“Ini bantuan dari pusat dan dikelola oleh sekolah. Ada panitia pelaksananya. Jadi tidak kontraktual, tidak dikerjakan pemborong,” ujarnya.

Evaluasi dan Tanggung Jawab

Hingga kini, penyebab pasti ambruknya atap masih menunggu analisis teknis lebih lanjut. Faktor cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang beberapa hari terakhir di Kota Pekalongan disebut-sebut turut menjadi pemicu.

Namun, publik kini menyoroti kualitas perencanaan dan pelaksanaan proyek revitalisasi bernilai miliaran rupiah tersebut.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah memastikan kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius agar tidak terulang.

“Yang terpenting, panitia harus bertanggung jawab menyelesaikan kembali sesuai rancangannya,” pungkas Kusno.

Sementara itu, Komite SMAN 3 Kota Pekalongan, Untung Nursetiawan, menyebut peristiwa ini mengejutkan para orang tua siswa.

“Keselamatan siswa harus diutamakan. Semua bangunan harus dicek kondisinya,” tegasnya.

Kapolres Pekalongan AKBP Riki Yariandi menyebutkan masih menyelidiki kejadian ambruknya atap SMA N kota Pekalongan. " Kami sudah mengecek dan sedang menyelidiki ambruknya atap sekolah tersebut, " jelasnya. 

Editor : Suryo Sukarno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network