SEMARANG, iNewsPantura.id - Perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat membuat dunia kerja berubah dengan cepat. Kondisi ini menjadi tantangan baru bagi mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Melihat perubahan tersebut, BINUS University Semarang menekankan pentingnya membangun kompetensi digital dan kemampuan adaptif mahasiswa sejak masa kuliah agar siap menghadapi era kerja berbasis teknologi dan AI.
Direktur Kampus BINUS University Semarang, Dr. Fredy Purnomo mengatakan perkembangan AI telah mengubah pola kerja di berbagai sektor industri. Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga harus memahami bagaimana teknologi digunakan dalam dunia profesional.
“Perkembangan AI membuat dunia kerja berubah jauh lebih cepat dari sebelumnya. Pendidikan harus mampu memberikan pengalaman nyata dan pemahaman bagaimana teknologi digunakan di dunia industri,” ujarnya di Semarang.
Menurutnya, tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan hanya persaingan kerja, tetapi juga kemampuan untuk terus relevan di tengah perubahan teknologi yang berlangsung sangat dinamis.
BINUS University Semarang melalui konsep Digital Transformation & AI Experience Campus berupaya membekali mahasiswa dengan pengalaman penggunaan AI dalam proses pembelajaran maupun penyelesaian masalah di dunia nyata.
Mahasiswa didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami pemanfaatan AI secara strategis, kreatif, dan produktif.
Selain penguasaan teknologi, kesiapan mental dan kemampuan adaptasi juga menjadi perhatian. Psikolog sekaligus Faculty Member BINUS University, Gary Collins Brata Winardy menilai perubahan cepat di era digital kerap memunculkan kecemasan di kalangan mahasiswa terkait masa depan pekerjaan mereka.
“Kekhawatiran bahwa jurusan yang dipilih tidak lagi relevan di masa depan menjadi hal yang banyak dirasakan generasi muda saat ini,” jelasnya.
Menurut Gary, mahasiswa perlu memiliki exposure terhadap dunia kerja sejak dini agar lebih siap menghadapi perubahan dan memiliki gambaran karier yang lebih jelas.
Sementara itu, orang tua mahasiswa BINUS University Semarang, Andi Purnama Hardjani mengaku melihat perubahan pola pikir anaknya setelah mendapatkan pengalaman belajar berbasis teknologi dan industri.
“Sekarang dia lebih percaya diri dan lebih jelas melihat arah masa depannya,” ungkapnya.
Melalui integrasi teknologi, pengalaman industri, dan pengembangan soft skill, BINUS University Semarang menilai mahasiswa perlu menjadi pribadi yang fleksibel, kreatif, dan cepat beradaptasi agar mampu bersaing di dunia kerja berbasis AI yang terus berkembang.
Editor : Suryo Sukarno
