PURWOKERTO , iNewsPantura.id - Komitmen kuat terhadap program Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba) di lingkungan lapas dengan menjatuhkan sanksi tegas kepada petugas yang terlibat pelanggaran disampaikan Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahab.
Komitmen ini dibuktikan dengan adanya dua petugas Lapas Kelas IIA Purwokerto pada 2025 telah dipindahkan ke Nusakambangan setelah terbukti memasukkan handphone ke dalam lapas.
"Kami laporkan ke pimpinan dan pimpinan secara tegas menjatuhkan hukuman disiplin dan memindahkan ke Nusakambangan," kata Aliandra saat ditemui usai kegiatan razia di dalam lapas kelas IIA Purwokerto, Jumat (8/5/2026).
Ditambahkan Aliandra, pelanggaran yang dilakukan kedua petugas terkait penyelundupan handphone ke dalam lingkungan lapas.
Menurutnya, tindakan tegas itu merupakan bagian dari komitmen menjalankan program Zero Halinar, yakni perang terhadap handphone, pungutan liar, dan narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan.
"Jangan sampai petugas ada yang terlibat penyalahgunaan handphone, menjadi perantara narkoba dan juga menjadi fasilitas untuk warga binaan bisa melakukan tindak penipuan di dalam hunian blok," ujarnya.
Kembali ia menegaskan, sanksi terhadap pelanggaran tidak berhenti pada pemindahan tugas saja.
Sesuai arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta pimpinan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, petugas yang terbukti terlibat penyalahgunaan narkoba maupun handphone dapat dijatuhi hukuman maksimal hingga pemecatan dari status ASN.
"Ketika ada penyalahgunaan narkoba, handphone, tindakan pemecatan akan dilakukan dan hukuman secara maksimal oleh pimpinan," tegasnya.
Selain memperketat pengawasan internal, Lapas Purwokerto juga rutin menggelar razia kamar hunian warga binaan sebagai langkah deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban.
Sementara, usia apel Zero Halinar, juga dilakukan razia ke beberapa sel tahanan. Petugas masih menemukan sejumlah barang yang dinilai berpotensi disalahgunakan, seperti botol dan potongan kayu kecil.
"Walaupun tidak terlalu bahaya, tapi adanya botol ataupun kayu yang ditemukan di dalam tetap kita ambil sebagai bentuk deteksi dini, karena apapun bentuknya bisa disalahgunakan," katanya.
Aliandra mengatakan razia dilakukan secara rutin, baik berkala maupun insidental, untuk memastikan kondisi lapas tetap aman dan terkendali.
Editor : Suryo Sukarno
