KENDAL,iNewsPantura.id – Ratusan ibu-ibu di Kendal sudah memadati lokasi pasar murah sejak pagi hari. Mereka rela mengantre dan berdesakan demi mendapatkan sembako murah yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kendal.
Bahkan sebelum acara resmi dibuka oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, warga sudah berkumpul di depan stan yang menjual kebutuhan pokok. Tak ingin kehabisan stok, para emak-emak merangsek mendekati meja penjualan meski petugas belum diperbolehkan melayani transaksi.
Petugas penjaga stan sempat kewalahan menghadapi antusiasme warga yang terus mendesak ingin segera dilayani. Namun, petugas tetap menahan penjualan hingga acara resmi dibuka.
Sesaat setelah bupati memotong pita sebagai tanda dimulainya pasar murah, warga langsung bergegas menuju stan-stan penjualan. Beras, gula pasir, minyak goreng, telur, hingga mie instan menjadi incaran utama karena dijual dengan harga jauh di bawah harga pasar.
Aksi saling dorong dan berebut terlihat di sejumlah stan, terutama yang menjual beras, telur, dan gula pasir. Warga tampak khawatir tidak kebagian, mengingat kebutuhan pokok di pasaran saat ini terus mengalami kenaikan harga.
Salah seorang warga, Imiyati, mengaku bersyukur berhasil mendapatkan paket sembako murah hanya dengan membayar Rp50.000. Paket tersebut berisi beras 2,5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula 1 kilogram, serta dua bungkus mie instan.
“Harganya lebih murah dari pasar lumayan, bisa menghemat sampai Rp20.000 per paket sembako,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 1.182 paket sembako murah disiapkan melalui sistem kupon pembelian maupun pembelian langsung di stan yang tersedia. Sebanyak 1.000 kupon dialokasikan khusus bagi warga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) agar bantuan lebih tepat sasaran.
Tingginya antusiasme warga membuat seluruh paket sembako murah ludes dalam hitungan menit. Kondisi ini menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
