Dapur SPPG Protomulyo Ditutup Sementara, Layanan 3.400 Penerima Dialihkan

Eddhie Prayitno
Korwil BGN Kabupaten Kendal M Faris Maulana. Eddie prayitno / iNews

KENDAL,iNewsPantura.id – Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kendal resmi ditutup sementara mulai Rabu, 8 April 2026. Penutupan ini dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menyusul persoalan pembayaran kepada supplier yang belum diselesaikan.

Koordinator Wilayah BGN Kendal, M Faris Maulana, menegaskan bahwa penghentian operasional bersifat sementara hingga ada kepastian penyelesaian kewajiban dari pihak koperasi sebagai mitra SPPG.

“Operasional kami hentikan sementara. Ini bentuk sanksi karena ada kewajiban pembayaran ke supplier yang belum dipenuhi oleh koperasi. Kami beri waktu hingga Jumat,” tegasnya.

Menurut Faris, anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk SPPG Protomulyo sebenarnya sudah disalurkan sepenuhnya. BGN tidak pernah menahan pembayaran, karena dana telah diberikan kepada SPPG yang kemudian dikelola oleh koperasi.

“Yang bertanggung jawab membayar supplier adalah koperasi, bukan SPPG maupun BGN. Kami selalu membayar tagihan setiap hari,” ujarnya.

Penutupan sementara ini juga membuka kemungkinan langkah lebih lanjut. Jika hasil investigasi internal menemukan pelanggaran serius, dapur SPPG Protomulyo berpotensi ditutup permanen.

Tak hanya itu, koperasi yang ditunjuk sebagai penyedia pasokan juga dikenai sanksi blacklist dan tidak diperbolehkan lagi menyuplai kebutuhan ke SPPG di wilayah Kendal.

Meski dapur dihentikan, layanan kepada 3.400 penerima manfaat tetap berjalan. Pemerintah memastikan distribusi makanan dialihkan ke dapur SPPG terdekat melalui koordinasi tingkat kecamatan.

Di sisi lain, kuasa hukum koperasi dari Kalijaga Lawyer, Kusmanto, menyampaikan permohonan maaf kepada para supplier dan meminta waktu untuk menyelesaikan tunggakan.

“Kami mohon maaf atas miskomunikasi yang terjadi. Klien kami berkomitmen menyelesaikan pembayaran paling lambat Jumat,” ujarnya.

Diketahui, total tunggakan mencapai Rp164 juta, terdiri dari Rp140 juta kepada pemasok susu kemasan dan Rp24 juta kepada supplier daging ayam.

Sebelumnya, para supplier sempat mendatangi dapur SPPG Protomulyo untuk menuntut kejelasan pembayaran. Namun, mereka tidak berhasil menemui pihak koperasi dan meminta kepastian pelunasan tagihan.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network