SEMARANG, iNewsPantura.id – Sirkuit Nasional (Sirnas) Padel 2026 yang digelar di Kota Semarang resmi ditutup pada Minggu (26/4/2026). Penutupan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang sekaligus menyerahkan hadiah kepada para pemenang dari berbagai kategori.
Ajang yang diikuti sekitar 800 atlet dari berbagai daerah di Indonesia ini berlangsung meriah dan kompetitif. Ketua Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) Jawa Tengah, Arganto Wibowo, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Sirnas di Semarang berjalan lancar dan sukses.
“Alhamdulillah, Sirnas di Kota Semarang, khususnya di Jawa Tengah, berjalan lancar. Ke depan, kami berharap bisa kembali dipercaya menjadi tuan rumah pada tahun mendatang,” ujarnya.
Dalam ajang tersebut, Jawa Tengah juga mencatat prestasi membanggakan. Atlet-atlet Jateng berhasil meraih juara pada beberapa kategori kelompok umur, di antaranya juara 1 kelompok umur 18 tahun serta prestasi di kelompok umur 16 tahun.
Arganto menjelaskan, dari total peserta, sekitar 400 atlet merupakan pemain amatir yang turut ambil bagian. Hal ini menunjukkan olahraga padel di Jawa Tengah mulai berkembang pesat.
“Pengembangan padel di Jawa Tengah cukup baik. Antusiasme peserta, termasuk dari kalangan pemula, cukup tinggi dan terus meningkat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh pemerintah, baik dari Pemerintah Kota Semarang maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci sukses penyelenggaraan Sirnas.
Ke depan, PBPI Jawa Tengah berencana menggelar sejumlah agenda lanjutan untuk menjaga momentum perkembangan olahraga padel. Salah satunya persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah pada November mendatang dengan menyiapkan sekitar 10 atlet terbaik dari kabupaten/kota.
Selain itu, PBPI Jateng juga akan menginisiasi turnamen bertajuk “Jateng Padel Championship” sebagai ajang pemanasan sekaligus pembinaan atlet. Turnamen tersebut akan dikonsep menyerupai Sirnas dengan sistem pertandingan yang dirumuskan secara mandiri.
Sementara itu, rangkaian Sirnas berikutnya masih menunggu keputusan PB pusat, dengan kemungkinan digelar di Medan, Sumatera Utara. Agenda internasional juga dijadwalkan berlangsung di Yogyakarta pada Mei mendatang.
Dengan suksesnya penyelenggaraan di Semarang, Jawa Tengah dinilai semakin siap menjadi salah satu pusat perkembangan olahraga padel di Indonesia.
Di sisi lain, atlet padel asal Kota Semarang, Rita Wijayanti, mengapresiasi pelaksanaan Sirnas Padel 2026 di Semarang yang dinilai berjalan sukses dan memberi pengalaman berharga bagi atlet daerah.
Bersama pasangannya, Rita berhasil menembus babak final dan meraih posisi runner-up. Capaian tersebut diraih setelah menjalani persiapan singkat namun intensif menjelang pertandingan.
“Kami hanya punya waktu sekitar tiga hari sebelum hari H untuk fokus latihan. Selama itu kami coaching terus, mematangkan strategi dan kekompakan,” ujarnya.
Menurut Rita, salah satu tantangan terbesar dalam padel adalah adaptasi terhadap penggunaan dinding kaca yang menjadi ciri khas olahraga ini. Ia mengakui faktor tersebut cukup menyulitkan, terutama saat menghadapi lawan tangguh di level nasional.
Meski harus puas sebagai runner-up, Rita bersyukur atas pencapaian tersebut dan menjadikannya motivasi untuk tampil lebih baik pada kesempatan berikutnya. Ia juga menekankan pentingnya rutinitas latihan bersama untuk menjaga performa, termasuk latihan rutin bersama komunitas dan rekan atlet lainnya.
Editor : Suryo Sukarno
Artikel Terkait
