KENDAL,iNewsPantura.id – Aktivitas lalu lintas di Jalur Pantura Brangsong, Kabupaten Kendal, diperkirakan akan mengalami kepadatan signifikan selama satu bulan ke depan. Penyebabnya, pekerjaan pengecoran jalan di jalur arah Semarang mulai dilaksanakan sebagai bagian dari upaya perbaikan ruas nasional yang selama ini menjadi urat nadi transportasi dan logistik di wilayah Kendal.
Proyek pengecoran dilakukan sepanjang 1,2 kilometer dengan lebar jalan 7,5 meter. Pekerjaan dimulai dari kawasan dekat SPBU Cangkring Brangsong hingga menuju area Jembatan Kali Blorong.
Perbaikan ini merupakan lanjutan dari proyek serupa yang sebelumnya telah dilakukan pada jalur Pantura arah Jakarta. Selama proses pengerjaan berlangsung, sebagian badan jalan digunakan untuk aktivitas proyek sehingga kapasitas lajur kendaraan berkurang dan berpotensi menimbulkan antrean panjang, terutama pada jam sibuk.
Kepala Bidang Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, M. Sofyan Effendi, mengatakan pengecoran dilakukan karena kondisi jalan di sejumlah titik sudah mengalami gelombang dan kerusakan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Menurutnya, ruas Pantura Brangsong merupakan salah satu jalur dengan tingkat beban kendaraan yang sangat tinggi karena setiap hari dilintasi kendaraan logistik, truk angkutan industri, serta kendaraan pribadi yang menghubungkan wilayah Semarang dan Jakarta.
“Pengerjaan dimulai dari dekat SPBU Cangkring ke arah timur terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan di sekitar Jembatan Kali Blorong,” ujarnya.
Sofyan menjelaskan, pengecoran dipilih sebagai solusi untuk meningkatkan daya tahan jalan terhadap beban kendaraan berat yang terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas industri di Kabupaten Kendal.
Selain menjadi jalur nasional, Pantura Brangsong juga merupakan akses utama menuju Kawasan Industri Kendal (KIK) dan sejumlah kawasan industri lainnya. Karena itu, potensi kepadatan lalu lintas selama proyek berlangsung tidak dapat dihindari.
Untuk mengurangi beban kendaraan di lokasi pekerjaan, Dishub Kendal mengimbau perusahaan angkutan barang dan pengemudi kendaraan berat memanfaatkan Jalan Tol Semarang-Batang.
“Kami sudah mengimbau kendaraan besar untuk menggunakan jalan tol agar kepadatan lalu lintas di Pantura bisa ditekan,” kata Sofyan.
Sebagai alternatif, kendaraan ringan dapat memanfaatkan jalur Srogo-Kaliwungu menuju Semarang. Namun, Dishub mengingatkan bahwa ruas tersebut juga memiliki keterbatasan kapasitas dan kerap dipadati kendaraan pekerja pada pagi maupun sore hari.
Sementara itu, Satlantas Polres Kendal telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi kemacetan yang berpotensi terjadi selama proyek berlangsung.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Kendal, Ipda Veri Okta Dwi Saputra, mengatakan personel kepolisian sudah mulai melakukan pengaturan lalu lintas sejak hari pertama pekerjaan dimulai pada Senin (1/6/2026).
Menurutnya, petugas telah disiagakan sejak pukul 05.30 WIB untuk mengurai kepadatan kendaraan yang biasanya meningkat saat masyarakat berangkat bekerja dan kembali pulang pada sore hari.
“Kami sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow apabila antrean kendaraan mulai memanjang,” ujarnya.
Skema contraflow akan diterapkan secara situasional dengan titik awal dari kawasan Ketapang menuju lokasi proyek pengecoran. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus mencegah kemacetan yang lebih parah.
Veri juga mengingatkan para pengendara agar tetap mematuhi aturan lalu lintas dan tidak mengambil jalan pintas dengan melawan arus saat menghadapi kemacetan.
“Jangan melawan arah karena sangat berbahaya dan dapat memicu kecelakaan. Ikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Meski menimbulkan dampak berupa perlambatan arus lalu lintas dalam jangka pendek, proyek pengecoran ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kenyamanan Jalur Pantura Brangsong dalam jangka panjang. Setelah pekerjaan selesai, ruas jalan tersebut diproyeksikan lebih kuat dan aman untuk mendukung mobilitas masyarakat serta aktivitas logistik yang terus berkembang di Kabupaten Kendal.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
