PURWOREJO, iNewsPantura.id – Pemerintah Kabupaten Purworejo terus memperkuat upaya menjaga kerukunan antarumat beragama melalui peran generasi muda. Komitmen itu ditandai dengan pengukuhan kepengurusan Pemuda Lintas Agama (Pelita) Kabupaten Purworejo periode 2026–2029 oleh Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, di Hotel Sanjaya Inn Purworejo.
Dalam sambutannya, Dion menegaskan bahwa Pelita merupakan investasi sosial yang sangat penting bagi masa depan daerah. Menurutnya, komunikasi dan kebersamaan antarpemuda dari berbagai latar belakang agama menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan sekaligus mencegah munculnya konflik sosial.
"Targetnya sederhana, yang penting saling mengenal. Karena ketika saling mengenal, Insya Allah akan mengurangi rasa curiga dan prasangka buruk satu sama lain," ujar Dion.
Ia mengatakan, banyak persoalan sosial muncul akibat minimnya komunikasi dan saling memahami. Karena itu, Pelita diharapkan menjadi ruang dialog sekaligus wadah kolaborasi bagi generasi muda lintas agama untuk membangun kepercayaan dan mempererat persaudaraan.
Dion juga mengingatkan agar persoalan pribadi tidak berkembang menjadi konflik antarkelompok. Pengalaman di sejumlah daerah, menurutnya, menunjukkan konflik sosial kerap berawal dari masalah individu yang kemudian meluas karena kurangnya komunikasi.
"Kita belajar dari berbagai konflik yang pernah terjadi di daerah lain. Jangan sampai hal seperti itu terjadi di Purworejo," tegasnya.
Wabup menambahkan, keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus terus dirawat melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia berharap kelompok mayoritas mampu memberikan rasa aman kepada kelompok minoritas sehingga seluruh masyarakat dapat menjalankan ibadah sesuai hak konstitusionalnya.
"Melalui kegiatan bersama seperti ini, kami berharap keharmonisan masyarakat Purworejo semakin kuat. Meskipun berbeda-beda, kita tetap bisa hidup guyub rukun," katanya.
Selain mengukuhkan kepengurusan Pelita yang digagas Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purworejo, Dion juga membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Anggota Paguyuban Kerukunan Antarumat Beragama (PKUB) se-Kabupaten Purworejo.
Kegiatan bertema "Bersatu dalam Keberagaman, Bergerak dalam Kebersamaan, Memperkuat Paguyuban Kerukunan Umat Beragama dan Pemuda Lintas Agama" tersebut diikuti ratusan peserta, terdiri atas 112 anggota PKUB, 15 pengurus FKUB, enam pengurus Pelita yang baru dikukuhkan, unsur Badan Kesbangpol, Kementerian Agama, tokoh lintas agama, serta tamu undangan lainnya.
Ketua FKUB Kabupaten Purworejo, KH Khabib Sholeh, menyampaikan bahwa Pelita diharapkan menjadi wadah lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang mampu menjaga harmoni kehidupan beragama di Purworejo.
Menurutnya, para pengurus Pelita harus menjadi pelopor moderasi beragama, bijak bermedia sosial, aktif menggelar kegiatan sosial lintas agama, serta memperkuat semangat kebangsaan di tengah masyarakat.
Adapun enam tokoh muda yang resmi mengemban amanah sebagai pengurus Pelita Kabupaten Purworejo periode 2026–2029 yakni H. M. Tashilul Manasik, S.Psi., M.Pd., Yusriana Azizah, Ahmad Fadhol Arifin, S.Pd., Rivaldi Anjar Saputra, Yohanes Teguh Surahmadi, dan Aditthana Devi Asih.
Melalui terbentuknya kepengurusan Pelita, Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap sinergi antara pemerintah, FKUB, tokoh agama, dan generasi muda semakin kuat dalam menjaga kondusivitas daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mewujudkan Purworejo sebagai daerah yang damai, inklusif, serta menjadi teladan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Editor : Suryo Sukarno
Artikel Terkait
