Reuni Hangat Teman SD, Buntoro Kenang Masa Kecil hingga Perjalanan Membangun RITA Group

Saladin Ayyubi
Suasana reuni teman SD pemilik dan pendiri RITA grup. dokumen

PURWOKERTO,iNewsPantura.id – Suasana penuh keakraban mewarnai acara reuni teman-teman Sekolah Dasar Buntoro di Purwokerto. Pertemuan tersebut menjadi ajang melepas rindu sekaligus mengenang perjalanan hidup pendiri RITA Group yang berhasil membangun kerajaan bisnis meski hanya mengenyam pendidikan hingga kelas 5 SD.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Buntoro membagikan kisah masa kecilnya yang penuh perjuangan. Ia mengaku sempat merasa minder karena tidak mampu menamatkan pendidikan dasar. Bahkan, ketika ditanya mengenai pendidikan terakhir, ia pernah merasa malu untuk menjawab dengan jujur.

Perasaan itu berubah setelah motivator Andrie Wongso memberinya julukan SDTTTBS (Sekolah Dasar Tidak Tamat Tapi Bisa Sukses).

"Dulu saya sering malu mengakui pendidikan saya. Setelah mendapat julukan SDTTTBS, saya justru menjadi lebih percaya diri. Saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi," ujar Buntoro di hadapan teman-teman masa kecilnya.

Dalam reuni tersebut, Buntoro juga mengenang masa kecilnya saat membantu sang ibu berjualan apem dan bakso keliling kampung, hingga akhirnya membuka kios sembako kecil berukuran 4 x 6 meter di depan Pasar Kebondalem pada tahun 1971.

Dari kios sederhana itulah perjalanan panjang RITA Group dimulai. Dengan kerja keras, disiplin, dan keberanian berinovasi, usaha tersebut berkembang hingga lahir RITA Department Store & Supermarket pada 12 Mei 1982, supermarket swalayan pertama di Purwokerto.

Meski kini memimpin kelompok usaha yang bergerak di berbagai bidang, Buntoro menegaskan dirinya tidak pernah berhenti belajar.

Menurutnya, pengalaman hidup, kegagalan, relasi, dan keberanian mencoba hal baru merupakan sekolah terbaik yang membentuk dirinya sebagai pengusaha.

Dalam kesempatan itu, Buntoro juga membagikan prinsip-prinsip yang selama ini menjadi pegangan hidupnya, yakni memiliki perencanaan, kemauan kuat untuk berkembang, gigih, rajin belajar, menjaga kepercayaan, membangun komunikasi, berani mengambil keputusan, serta selalu cermat dan teliti.

Reuni tersebut bukan sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para sahabat lamanya. Kisah hidup Buntoro membuktikan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh tinggi rendahnya pendidikan formal, melainkan oleh kerja keras, ketekunan, integritas, dan semangat untuk terus belajar sepanjang hayat.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network