TEGAL, iNewsPantura – Perkembangan teknologi pertanian yang semakin modern menuntut petani untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan beradaptasi.
Untuk mendorong hal tersebut, Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (DPD Perhiptani) Kota Tegal menggelar Lomba Asah Terampil Pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Margadana, Kota Tegal, Selasa (11/08/2026).
Lomba tersebut diikuti tiga tim yang mewakili Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes. Masing-masing tim terdiri dari empat peserta yang beradu pengetahuan dan wawasan terkait berbagai aspek pertanian.
Ketua DPD Perhiptani Kota Tegal, Christianto Panca Prasetya, mengatakan Lomba Asah Terampil tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mengukur sejauh mana petani mampu mengikuti perkembangan teknologi pertanian.
Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini berlangsung semakin cepat. Kondisi tersebut membuat petani perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi agar inovasi yang diterapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha pertanian.
“Teknologi pertanian semakin modern. Karena itu petani juga harus mampu beradaptasi, memahami inovasi dan teknologi yang berkembang, sehingga bisa diterapkan dalam kegiatan pertanian,” ujar Christianto.
Ia menambahkan, Perhiptani memiliki peran untuk menjembatani penyuluh dengan petani agar berbagai inovasi dan teknologi pertanian dapat dipahami dan diterapkan di lapangan.
“Lomba ini menjadi salah satu cara untuk melihat kemampuan petani sekaligus memberikan motivasi agar mereka terus belajar dan meningkatkan kapasitasnya,” tambahnya.
Persaingan antar tim berlangsung sengit. Para peserta harus menjawab berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan pertanian, budidaya, kelembagaan kelompok tani hingga penanganan hasil pertanian.
Salah satu peserta, Komarudin, asal Tegal, mengaku antusias mengikuti lomba tersebut. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat petani harus terus belajar dan tidak hanya mengandalkan pengalaman bertani secara konvensional.
“Sekarang teknologi pertanian berkembang sangat cepat. Petani harus mengikuti perkembangan tersebut supaya tidak tertinggal. Lomba ini menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus menambah wawasan,” ujar Komarudin.
Dari hasil penilaian dewan juri, Tim Asah Terampil Kabupaten Tegal berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Tim Kabupaten Brebes, sedangkan Tim Kota Tegal meraih juara ketiga.
Selain kategori utama, penghargaan juga diberikan untuk kostum terbaik. Tim Kota Tegal meraih predikat kostum terbaik, disusul Tim Kabupaten Tegal dan Tim Kabupaten Brebes.
Para pemenang mendapatkan trofi, uang pembinaan, serta berbagai hadiah menarik lainnya. Juara pertama memperoleh hadiah uang tunai Rp1,5 juta, juara kedua Rp1,2 juta, dan juara ketiga Rp1 juta.
Melalui kegiatan tersebut, Perhiptani berharap kemampuan dan wawasan petani terus meningkat sehingga mampu mengikuti perubahan teknologi pertanian.
Editor : Yunibar SP
Artikel Terkait
