SEMARANG, iNewsPantura.id — Mamajong Community berkolaborasi dengan Rotary Club of Semarang Bimasena menggelar The First Mahjong Community Event in the Mall: Harmony in Tiles di Atrium Atlas, Queen City Mall Semarang.
Acara ini menjadi ajang komunitas mahjong pertama dan terbesar yang digelar di pusat perbelanjaan di Semarang.
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–22.00 WIB tersebut didukung oleh Queen City Mall, SR Group, Anson Lifestyle, dan Kanari Mahjong Room, serta diselenggarakan bersama W.SuperTeam Organizer.
Terbuka untuk masyarakat umum, acara menghadirkan pertunjukan seni, talkshow, demonstrasi permainan mahjong, sesi coaching, hingga dua sesi bermain bersama antara Mamajong Community dan Rotary Club of Semarang Bimasena.
Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan, penampilan musik, tari, dan taiji, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan simbolis melalui pemukulan singing bowl oleh perwakilan kedua komunitas.
Perwakilan Mamajong Community, Fionna, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkenalkan mahjong sebagai permainan budaya dan strategi, sekaligus menghapus stigma yang selama ini mengidentikkan mahjong dengan perjudian.
“Mahjong dapat dimainkan tanpa taruhan. Kami ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat, termasuk mereka yang belum pernah bermain, untuk mengenal dan mempelajarinya sebagai kegiatan rekreasional dan sosial yang positif dalam suasana terbuka serta menyenangkan,” ujar Fionna.
Ia menjelaskan tema Harmony in Tiles menggambarkan bagaimana tile dengan simbol dan fungsi berbeda dapat disusun menjadi kombinasi yang harmonis.
“Filosofi tersebut menjadi semangat kegiatan ini: mempertemukan masyarakat dari berbagai usia, latar belakang, dan komunitas melalui satu meja permainan,” tambahnya.
Salah satu agenda utama adalah talkshow kesehatan bertajuk Mahjong: Merdeka dari Dementia yang menghadirkan dr. Aditya Kurnianto, Sp.N, Subsp. NIOO (K), MARS, AIFO-K, FINA, FISQua, FNR, dokter spesialis neurologi dari Rumah Sakit Columbia Asia, bersama Fionna Lie dari Mamajong Community.
Talkshow membahas pengertian demensia, perbedaan antara lupa yang masih wajar dan gejala yang perlu diwaspadai, serta berbagai fungsi kognitif yang bekerja saat seseorang bermain mahjong. Diskusi juga menekankan pentingnya aktivitas kognitif, interaksi sosial, olahraga, dan gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan otak.
Mahjong diposisikan sebagai salah satu aktivitas rekreasional dan sosial yang berpotensi mendukung proses menua secara aktif, bukan sebagai pengganti pemeriksaan atau terapi medis.
Pada sesi berikutnya, talkshow Fellowship in Mahjong menghadirkan Fionna, President Rotary Club of Semarang Bimasena Hulda Gracia, Rotarian Mellisa, dan dr. Budiawan Pramono.
Menurut Hulda Gracia, keterlibatan Rotary dalam kegiatan ini tidak semata-mata berkaitan dengan permainan, melainkan juga mencerminkan nilai persahabatan dan pembangunan kepercayaan di tengah keberagaman.
“Fellowship merupakan spirit yang menyatukan anggota Rotary, menjaga komitmen pelayanan dalam jangka panjang, dan mengubah para relawan lokal menjadi bagian dari keluarga dunia. Sebelum dapat bekerja bersama, kita perlu saling mengenal, duduk bersama, berbicara, dan membangun kepercayaan,” ujar Hulda.
Kolaborasi tersebut juga dinilai sejalan dengan Peacebuilding and Conflict Prevention, salah satu area fokus Rotary. Perdamaian, menurut para pembicara, dapat dibangun melalui interaksi sehari-hari, saling menghargai perbedaan, menaati aturan dengan adil, serta menerima kemenangan maupun kekalahan dengan lapang dada.
“Setiap tile mahjong memiliki bentuk, simbol, dan perannya sendiri. Tile-tile itu tidak harus menjadi sama untuk membentuk kombinasi yang harmonis. Begitu pula manusia. Kita dapat berasal dari latar belakang berbeda, tetapi tetap dapat duduk bersama dan menciptakan harmoni,” kata dr. Budiawan Pramono.
Setelah rangkaian talkshow, pengunjung mengikuti demonstrasi permainan mahjong dan sesi coaching yang dipandu Fenny Wijanarko (Cik Min). Peserta mempelajari dasar-dasar permainan sebelum mengikuti sesi bermain bersama komunitas.
Melalui Harmony in Tiles, Mamajong Community dan Rotary Club of Semarang Bimasena berharap kegiatan ini menjadi awal tumbuhnya komunitas mahjong yang sehat, inklusif, bebas taruhan, dan terbuka bagi berbagai generasi, sekaligus memperluas ruang publik yang mempertemukan budaya, edukasi, dan fellowship dalam satu pengalaman bersama.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
