PURWOKERTO,iNewsPantura.id – Berlari tak harus selalu menyusuri jalanan kota. Di Purwokerto Village Run 2026, para pelari justru akan diajak meninggalkan hiruk-pikuk perkotaan dan menikmati pengalaman berlari dengan suguhan panorama pedesaan Banyumas.
Hamparan hijau, suasana desa yang masih asri, udara yang lebih segar, hingga kehidupan masyarakat di sepanjang jalur menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan dalam ajang lari yang digagas Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) tersebut.
Purwokerto Village Run 2026 dirancang bukan sekadar sebagai kompetisi olahraga. Ajang ini menjadi cara untuk memperkenalkan wajah lain Purwokerto sekaligus mengangkat potensi desa yang selama ini mungkin belum banyak dikenal masyarakat luas.
Konsep tersebut membuat pelari tidak hanya mengejar catatan waktu, tetapi juga diajak menikmati perjalanan. Setiap kilometer menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat lanskap pedesaan, budaya, lingkungan, serta berbagai potensi lokal yang berada di sekitar jalur lari.
Rektor UMP Prof Jebul Suroso mengatakan Purwokerto Village Run dirancang berbeda dari lomba lari pada umumnya. Peserta nantinya akan melewati sejumlah desa yang memiliki karakter dan potensi masing-masing.
“Kita ingin mengangkat Purwokerto dari sisi pariwisata, budaya, lokasi geografis, kualitas wilayah, dan kekhasan budaya yang ada di Purwokerto,” ujarnya.
Menurutnya, desa yang menjadi bagian dari rute bukan hanya menjadi latar belakang kegiatan, tetapi juga menjadi bagian penting dari pengalaman peserta.
Karena itu, penentuan rute dipersiapkan secara matang. Keindahan lingkungan, kebersihan, kenyamanan, hingga berbagai daya tarik desa menjadi perhatian agar kegiatan olahraga tersebut sekaligus mampu memberikan pengalaman wisata.
Purwokerto Village Run 2026 membawa gagasan sederhana: berolahraga sambil mengenal lebih dekat kehidupan desa.
Peserta tidak hanya diajak bergerak dan menjaga kebugaran, tetapi juga melihat bagaimana kekayaan alam dan budaya lokal dapat menjadi daya tarik wisata.
Konsep ini sekaligus membuka peluang bagi desa-desa yang dilalui untuk semakin dikenal. Kehadiran peserta dari luar daerah diharapkan dapat memberikan efek lanjutan bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat.
Semangat menjaga lingkungan juga menjadi bagian dari konsep kegiatan. Keindahan alam pedesaan yang menjadi daya tarik utama harus tetap dijaga sehingga kegiatan olahraga tidak meninggalkan persoalan lingkungan.
Bagi UMP, Purwokerto Village Run diharapkan mampu menjadi salah satu cara memperkenalkan Purwokerto dengan pendekatan yang lebih segar—bukan hanya sebagai kota pendidikan, tetapi juga sebagai wilayah yang memiliki kekayaan desa, budaya, alam, dan kehidupan masyarakat yang menarik untuk dijelajahi.
“Harapannya Purwokerto semakin terkenal. Kalau Purwokerto semakin banyak yang datang, mahasiswa UMP juga semakin banyak dan UMP semakin terkenal,” kata Jebul.
Dengan konsep tersebut, Purwokerto Village Run 2026 diproyeksikan menjadi lebih dari sekadar perlombaan.
Ini adalah perjalanan menyusuri desa, menikmati alam, mengenal budaya, sekaligus mengajak masyarakat melihat bahwa setiap sudut Banyumas memiliki cerita.
Sebab kali ini, garis finis bukan satu-satunya tujuan. Perjalanan melewati desa-desa Banyumaslah yang menjadi bagian dari cerita.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
