TEMANGGUNG,iNewsPantura.id – Keramahan warga Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung, menjadi cerita tersendiri dalam penyelenggaraan Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) SD ke-27 tingkat Kabupaten Temanggung.
Sejumlah rumah warga dibuka untuk menampung peserta dari berbagai kecamatan agar mereka bisa beristirahat sebelum mengikuti perlombaan.
Bagi peserta yang menempuh perjalanan jauh, tempat singgah tersebut bukan sekadar fasilitas menginap. Dukungan masyarakat membantu anak-anak mempersiapkan diri agar tetap bugar dan tampil maksimal saat berlomba.
Salah satu rombongan yang memanfaatkan rumah warga adalah SD Negeri Kemloko, Kecamatan Tembarak. Mereka memilih menginap di Campurejo karena perjalanan menuju lokasi lomba memakan waktu sekitar dua jam.
Guru pendamping SD Negeri Kemloko, Sri Widarti, mengatakan rombongannya mengikuti cabang lomba vokal rebana yang membutuhkan kesiapan fisik dan konsentrasi.
“Anak-anak mengikuti lomba vokal rebana. Saat tampil harus dalam kondisi fit, jadi kami memilih menginap di sini,” kata Sri.
Rombongan tersebut terdiri atas 12 peserta, dengan total sekitar 30 orang termasuk pendamping. Mereka menempati rumah warga yang disiapkan melalui kerja sama panitia lokal dan masyarakat.
Kehadiran para peserta pun menghadirkan suasana berbeda di lingkungan desa. Di tengah persaingan memperebutkan gelar juara, interaksi antara siswa, pendamping, dan warga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan serta mempererat hubungan antardaerah.
Tahun ini, MAPSI SD ke-27 tingkat Kabupaten Temanggung diikuti 680 siswa dari 20 kecamatan. Sebanyak 13 cabang lomba dipertandingkan dengan kategori putra dan putri.
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan, MAPSI tidak hanya menjadi ajang untuk mengukur kemampuan siswa dalam bidang pendidikan agama dan seni Islami, tetapi juga sarana membentuk karakter generasi muda.
“Inti dari ini semuanya adalah kita akan menciptakan anak-anak kita yang berkualitas, tetapi juga mempunyai kekuatan religi dan ukhuwah Islamiyah yang baik,” ujarnya.
Menurut Agus, pertemuan siswa dari berbagai kecamatan memberikan kesempatan untuk memperluas pergaulan, mempererat silaturahmi, dan membangun persaudaraan sejak usia sekolah.
Ketua Panitia MAPSI SD ke-27 tingkat Kabupaten Temanggung, Afif Fatkhurohman, menjelaskan bahwa penyelenggaraan MAPSI dilakukan secara bergiliran di kecamatan berbeda. Pada 2026, Kecamatan Tretep mendapat kesempatan menjadi tuan rumah, dengan Desa Campurejo sebagai pusat kegiatan.
Mengusung tagline “Anak Menemukan Bakat, Orang Tua Menaruh Harapan”, kegiatan tersebut dirancang menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi, kedisiplinan, sportivitas, sekaligus karakter religius.
Panitia menyiapkan 23 kejuaraan dari berbagai kategori. Cabang yang dilombakan antara lain rebana Islami, azan dan iqamah, cerita Islami, serta kaligrafi.
Para pemenang juara pertama, kedua, dan ketiga memperoleh trofi serta uang pembinaan masing-masing Rp600 ribu, Rp500 ribu, dan Rp400 ribu. Khusus cabang rebana, panitia menyediakan uang pembinaan sebesar Rp1,2 juta.
Juara pertama dari setiap cabang akan mewakili Kabupaten Temanggung dalam MAPSI SD ke-27 tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Purworejo pada 13–15 November 2026.
Afif berharap, kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan siswa berprestasi, tetapi juga membantu menanamkan nilai-nilai keislaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga tidak hanya soal prestasi, tetapi ada nilai religius yang didapat siswa dan bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya.
Di Campurejo, dukungan terhadap peserta MAPSI tidak hanya hadir melalui penyelenggaraan lomba. Kesediaan warga membuka rumah untuk tempat singgah juga memperlihatkan peran masyarakat dalam mendukung pendidikan dan perkembangan anak.
Di balik upaya para siswa meraih prestasi, kebersamaan antara panitia, masyarakat, guru, dan peserta menjadi bagian penting dari penyelenggaraan MAPSI. Ajang ini sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat tumbuh melalui kompetisi, silaturahmi, dan kepedulian sosial.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
