KENDAL,iNewsPantura.id – Minat generasi muda menggeluti sektor pertanian di Kabupaten Kendal mulai tumbuh melalui pengembangan beragam komoditas. Dari bawang merah, paprika, kopi hingga budi daya madu, para petani milenial mencoba membuktikan bahwa pertanian bisa menjadi bidang usaha yang menjanjikan. Namun, keterbatasan lahan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian.
Sekretaris Petani Milenial Kendal, Rizky Khoirul Anam, mengatakan kelompok petani milenial saat ini memiliki sekitar 60 anggota yang tergabung dalam grup dan tersebar di 20 kecamatan. Mereka mengembangkan usaha pertanian sesuai potensi dan peluang di wilayah masing-masing.
Menurut dia, keberadaan kelompok tersebut menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk belajar, bertukar pengalaman, sekaligus membangun jaringan kerja sama. Upaya itu juga diarahkan untuk mengubah pandangan bahwa pertanian bukan profesi yang hanya cocok digeluti generasi tua.
Para anggota saling berbagi pengetahuan mengenai usaha tani dan memberikan dukungan agar kegiatan yang dirintis bisa terus berkembang. Edukasi kepada generasi muda menjadi bagian penting untuk mendorong regenerasi petani di Kendal.
Meski demikian, pengembangan usaha belum sepenuhnya berjalan mudah. Tidak semua petani muda memiliki lahan sendiri. Sebagian masih harus menyewa lahan atau bekerja sama dengan pemilik tanah untuk menjalankan kegiatan pertanian.
Kondisi tersebut membuat akses terhadap lahan menjadi kebutuhan penting bagi petani milenial. Mereka berharap pemerintah dapat menyediakan lahan percontohan atau demplot yang bisa dimanfaatkan untuk praktik budi daya dan pengembangan usaha.
Keberadaan demplot diharapkan tidak hanya membantu petani muda mempraktikkan teknik pertanian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi anggota yang ingin memulai usaha. Dengan fasilitas tersebut, pengetahuan dan inovasi pertanian dapat dikembangkan secara bersama-sama.
Perkembangan petani milenial juga menjadi perhatian DPRD Kendal. Kelompok yang telah tersebar di 20 kecamatan itu dinilai masih perlu diperluas hingga tingkat desa agar keterlibatan anak muda dalam pertanian semakin merata.
Kepala DPP Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, menjadi salah satu pihak yang menaruh perhatian terhadap pengembangan kelompok petani milenial. Perluasan kegiatan hingga desa-desa diharapkan membuka kesempatan lebih besar bagi generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian.
Anggota Komisi B DPRD Kendal, Tardi, menilai generasi muda memiliki modal untuk mengembangkan pertanian dengan pendekatan yang lebih modern. Penguasaan teknologi serta kemampuan membangun jaringan dapat dimanfaatkan untuk mendukung usaha tani, mulai dari proses produksi hingga pemasaran hasil panen.
Kemampuan memanfaatkan teknologi juga membuka peluang bagi petani muda untuk memperluas jangkauan pasar dan menyesuaikan usaha dengan kebutuhan konsumen.
Dengan beragam komoditas yang dikembangkan, petani milenial Kendal memiliki peluang untuk memperkuat sektor pertanian daerah. Dukungan akses lahan, peningkatan keterampilan, dan perluasan jaringan pemasaran menjadi faktor penting agar usaha yang dirintis anak-anak muda tersebut dapat tumbuh berkelanjutan.
Regenerasi petani pun tidak cukup hanya dengan mengajak generasi muda terjun ke sawah atau kebun. Mereka juga membutuhkan ruang untuk belajar, kesempatan mengembangkan usaha, serta dukungan agar pertanian dapat menjadi sumber penghidupan yang layak.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
