Dua Atlet Meninggal, Pelaksanaan Porprov Jateng 2026 Jadi Bahan Evaluasi

Eddhie Prayitno
Wagub Jateng menyerahkan bendera Porprov XVIII 2030 kepada tuan rumah Kedu Raya dalam penutupan Porprov XVII di Halaman Stadion Kebondalem kendal. eddie prayitno/ iNews

KENDAL,iNewsPantura.id – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 tidak hanya menyisakan catatan tentang prestasi dan perolehan medali.

Dua atlet yang meninggal dunia selama berlangsungnya kompetisi menjadi perhatian serius sekaligus bahan evaluasi penyelenggaraan pesta olahraga empat tahunan tersebut.

Evaluasi diperlukan agar pelaksanaan Porprov mendatang semakin baik, terutama dalam memberikan perlindungan dan menjamin keselamatan atlet yang bertanding.

Sebab, keberhasilan sebuah kompetisi olahraga tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang diperebutkan, tetapi juga dari kualitas penyelenggaraan dan keamanan seluruh peserta.

Ketua Harian PB Porprov Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, dalam laporan penutupan Porprov XVII di halaman Stadion Kebondalem Kendal, Jumat (30/10/2026) malam, mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang membutuhkan perhatian lebih.

Salah satu catatan paling memprihatinkan adalah meninggalnya dua atlet selama pelaksanaan Porprov. Mereka adalah Syabilla Rizkia Putri Raharja (22), atlet selam asal Kabupaten Jepara, dan Ayudiah Rivana Tridianindita (19), atlet pencak silat asal Kota Semarang.

Syabilla meninggal dunia pada 25 Oktober 2026 setelah mengalami musibah saat bertanding. Sebelum meninggal, atlet tersebut telah menyumbangkan dua medali emas dari nomor 100 meter dan 200 meter putri. Sementara Ayudiah meninggal dunia pada 28 Oktober 2026 ketika menjalani perawatan setelah bertanding.

Peristiwa tersebut menjadi duka bagi dunia olahraga Jawa Tengah. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak seluruh undangan yang hadir dalam acara penutupan untuk bersama-sama mendoakan kedua atlet tersebut.

Selain persoalan keselamatan, evaluasi penyelenggaraan juga diharapkan menjadi bagian dari persiapan Porprov berikutnya. Penyelenggaraan kompetisi berskala provinsi dengan ribuan atlet membutuhkan kesiapan yang matang, baik dari sisi teknis pertandingan maupun dukungan pelaksanaannya.

Sujarwanto menyampaikan, Porprov XVII diikuti 35 kontingen kabupaten/kota dengan mempertandingkan 58 cabang olahraga. Jumlah peserta mencapai 7.999 atlet, 1.910 ofisial, serta 3.571 perangkat pertandingan.

Total terdapat 2.769 medali yang diperebutkan, terdiri atas 810 emas, 810 perak, dan 1.149 perunggu.

Taj Yasin berharap hasil kompetisi tidak berhenti pada pengumuman klasemen akhir. Menurutnya, capaian para atlet harus menjadi modal pembinaan untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur.

KONI Jawa Tengah diminta mulai mempersiapkan atlet sejak dini. Selain meningkatkan kemampuan individu, pembinaan juga perlu memperhatikan kekompakan dan chemistry antaratlet agar mampu membangun kekuatan tim yang solid.

Sementara itu, Kabupaten Kendal yang menjadi salah satu tuan rumah sejumlah cabang olahraga sekaligus penyelenggara penutupan Porprov juga memiliki catatan evaluasi dari sisi prestasi. Kontingen Kendal belum berhasil memenuhi target masuk lima besar, meskipun berhasil mengumpulkan 24 emas, 38 perak, dan 64 perunggu.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berjuang membawa nama daerah. Dia berharap hasil tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan olahraga.

"Kendal tidak memenuhi target, namun sudah berjuang dan menampilkan yang terbaik," katanya.

Dalam klasemen akhir, Kota Semarang menjadi juara umum dengan 177 medali emas, disusul Kota Surakarta dengan 79 emas, Kota Salatiga 41 emas, Kabupaten Grobogan 38 emas, dan Kabupaten Banyumas 35 emas.

Porprov Jateng XVIII tahun 2030 mendatang akan digelar di wilayah Kedu Raya dengan melibatkan Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, dan Kebumen sebagai tuan rumah bersama.

Penutupan Porprov XVII ditandai dengan pemadaman api Porprov dan penyerahan bendera kepada perwakilan tuan rumah berikutnya. Berakhirnya kompetisi ini diharapkan menjadi momentum pembenahan agar penyelenggaraan Porprov 2030 tidak hanya menghasilkan prestasi lebih baik, tetapi juga semakin mengutamakan keselamatan atlet dan kualitas pertandingan.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network