KENDAL,iNewsPantura.id – Menjaga kebersihan lingkungan sekolah menjadi salah satu bentuk tanggung jawab yang perlu dimiliki setiap siswa.
Bukan hanya untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman, kebiasaan tersebut juga menjadi bagian dari pembentukan karakter, terutama dalam menumbuhkan kedisiplinan dan semangat gotong royong.
Prinsip itu diterapkan SMK Muhammadiyah 3 Weleri melalui kegiatan Jumat Bersih yang diawali dengan tadarus Al-Qur’an bersama, Jumat (30/10/2026).
Seluruh siswa dan siswi mengikuti kegiatan yang dipusatkan di lapangan basket sekolah tersebut. Lantunan ayat suci Al-Qur’an mengawali aktivitas pagi, sebelum mereka melanjutkan kegiatan dengan membersihkan lingkungan sekolah secara bersama-sama.
Setelah tadarus selesai, para siswa langsung mengambil peran sesuai tugas masing-masing. Ada yang membersihkan ruang kelas, menyapu halaman, merapikan taman, hingga mengumpulkan sampah di sekitar lapangan dan sudut sekolah.
Kegiatan tersebut membuat para siswa terlibat langsung dalam menjaga fasilitas pendidikan yang setiap hari mereka gunakan. Melalui pembiasaan ini, sekolah ingin menumbuhkan pemahaman bahwa lingkungan yang bersih tidak tercipta dengan sendirinya, melainkan membutuhkan kepedulian dan keterlibatan semua pihak.
Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Maulana Malik Ibrahim, S.Pd., M.Pd., mengatakan, Jumat Bersih bukan sekadar agenda rutin untuk menjaga kebersihan. Kegiatan itu menjadi sarana mendidik siswa agar memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Siswa tidak hanya dituntut berprestasi secara akademik, tetapi juga harus memiliki kepedulian, kedisiplinan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” tegasnya.
Menurut Maulana, pendidikan karakter harus diwujudkan melalui kebiasaan nyata. Karena itu, pembiasaan kegiatan keagamaan dan kepedulian lingkungan perlu berjalan beriringan.
Tadarus Al-Qur’an menjadi sarana memperkuat nilai spiritual dan akhlak, sedangkan kegiatan bersih-bersih melatih kedisiplinan, kebersamaan, serta kepedulian sosial.
Ia berharap, siswa mampu membawa kebiasaan positif tersebut ke luar lingkungan sekolah. Kesadaran menjaga kebersihan seharusnya tumbuh dari dalam diri, bukan hanya dilakukan karena adanya instruksi guru.
“Kalau kesadaran itu sudah tumbuh, budaya hidup bersih akan terbawa ke mana pun, termasuk ketika mereka berada di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, SMK Muhammadiyah 3 Weleri berupaya menjadikan sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembelajaran kehidupan. Nilai religius, gotong royong, dan kepedulian lingkungan diharapkan menjadi karakter yang melekat pada diri setiap lulusan.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
