Dewan Kesenian Daerah Dibubarkan, Pelaku Teater Jepara Tetap Gelar Festera

Alip Sutarto
Peserta Festival Teater Jepara menampilkan perannya diatas panggung. dokumen

JEPARA,iNewsPantura.id – Pembubaran Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Jepara tidak menyurutkan semangat para pelaku seni teater untuk menjaga keberlangsungan Festival Teater Jepara (Festera).

Festival yang telah menjadi agenda tahunan selama 11 tahun terakhir itu dipastikan tetap digelar pada November 2026.

Festera selama ini menjadi salah satu ruang berkumpul sekaligus ajang unjuk kreativitas kelompok teater di Kota Ukir. Meski secara kelembagaan DKD Jepara telah resmi dibubarkan pada pertengahan tahun ini, para pelaku teater sepakat melanjutkan tradisi tersebut secara mandiri.

Panitia Festera 2026, Rhobi Shani, mengatakan keberadaan DKD bukan menjadi satu-satunya faktor penentu keberlangsungan festival. Para pelaku seni teater di Jepara memiliki komitmen untuk tetap menjaga ruang ekspresi dan kreativitas yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

"Secara kelembagaan penyelenggara memang tidak lagi diselenggarakan oleh DKD, karena DKD memang sudah resmi tidak ada. Ada atau tidak ada DKD Jepara, kami pelaku seni teater di Jepara berkomitmen tetap menyelenggarakan Festera," ujar Rhobi, Sabtu 31 oktober 2026.

Menurut dia, penyelenggaraan Festera tahun ini tetap dipersiapkan secara serius. Jumlah kejuaraan maupun ketentuan perlombaan tidak banyak mengalami perubahan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Bahkan, pemenang Festera 2026 nantinya akan mewakili Kabupaten Jepara dalam ajang Parade Teater Terbaik Jawa Tengah 2027.

Rhobi menjelaskan, perjalanan Festera berawal dari inisiatif para pelaku seni teater di Jepara. Sejak 2016, festival tersebut kemudian masuk menjadi program kerja Komite Teater DKD Jepara hingga lembaga itu dibubarkan.

Ke depan, pihaknya terbuka apabila Festera kembali menjadi bagian dari program kerja Dewan Kebudayaan. Namun, jika tidak, para pegiat teater tetap berupaya mempertahankan festival tersebut melalui gerakan komunitas.

"Kalau Festera mau dijadikan program kerja Dewan Kebudayaan, ya kami terima kasih. Kalau pun tidak, kami pelaku seni teater tetap berkomitmen menggelar Festera," ungkapnya.

Mantan Ketua DKD Jepara, Kustam Erey Kristiawan, menilai Festera sudah menjadi bagian penting dari kehidupan seni teater di Jepara. Festival tersebut bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, melainkan juga ruang pertemuan dan pengembangan kreativitas, khususnya bagi generasi muda.

Menurut Kustam, keberadaan Festera telah memberikan kontribusi bagi perkembangan teater lokal. Bahkan, pada penyelenggaraan tahun lalu, festival tersebut turut menghasilkan buku kumpulan naskah teater sebagai bentuk dokumentasi karya para pelaku seni.

"Bahkan Festera tahun lalu juga menerbitkan buku kumpulan naskah teater. Jadi sayang kalau hanya gara-gara sudah tidak ada DKD, kemudian Festera juga tiada," katanya.

Ia menambahkan, perkembangan Festera kini tidak hanya dikenal di lingkungan kesenian Jepara. Gaungnya mulai terdengar di kalangan perteateran Jawa Tengah. Karena itu, keberlanjutan festival dinilai penting untuk menjaga eksistensi sekaligus membuka peluang bagi kelompok teater lokal menunjukkan kemampuan di tingkat provinsi.

Festera 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13–15 November mendatang di Auditorium Alie Poernomo, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara. Penyelenggaraan tahun ini juga mendapat dukungan dari Bakti Budaya Djarum Foundation.

Melalui penyelenggaraan tersebut, para pelaku teater berharap Festera tetap menjadi panggung bagi lahirnya karya-karya baru sekaligus menjaga denyut kehidupan seni pertunjukan di Jepara, meski tidak lagi berada di bawah naungan DKD.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network