Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pemadaman Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Blora Masih Gagal
Advertisement . Scroll to see content

Duka Mendalam Kembali Melanda Blora: Anak Korban Ledakan Sumur Minyak Ilegal Meninggal Dunia

Sabtu, 13 September 2025 | 06:09 WIB
  • author Herry Purnomo
Duka Mendalam Kembali Melanda Blora: Anak Korban Ledakan Sumur Minyak Ilegal Meninggal Dunia
Suasana pemakaman Abu Dhabi (2 th) balita korban kebakaran sumur minyak rakyat illegall di Blora. Foto : iNewsPantura.id/ Herry P

BLORA, iNewsPantura.id  – Duka mendalam kembali dirasakan oleh Sukrin, seorang warga Desa Gandu, Kabupaten Blora. 

Setelah kehilangan istrinya, kini ia harus menghadapi kenyataan pahit dengan meninggalnya anaknya, Abu Dhabi (2), yang merupakan salah satu korban selamat dari ledakan sumur minyak ilegal di desa tersebut.

Abu Dhabi menghembuskan napas terakhir pada Kamis malam, 11 September 2025, setelah berjuang melawan luka bakar parah di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, selama lebih dari tiga pekan. 

Dengan kepergian balita malang ini, total korban jiwa akibat tragedi yang terjadi pada Minggu siang, 17 Agustus 2025, kini menjadi lima orang.

Sebelumnya, ibu Abu Dhabi, Yeti (30), juga meninggal dunia pada Jumat malam, 22 Agustus 2025, setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama. 

Tiga korban meninggal lainnya adalah perempuan lansia: Tanek (60), Sureni (52), dan Wasini (50).

Menurut laporan medis, Abu Dhabi menderita luka bakar serius hingga 63% di bagian depan tubuhnya. 

Selama dirawat, kondisinya sangat kritis dan ia harus menggunakan ventilator untuk membantu pernapasannya.

Jenazah Abu Dhabi dimakamkan pada Jumat, 12 September 2025, di pemakaman umum Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, yang berdekatan dengan tempat tinggalnya dan keluarganya.

Sukrin, orang tua korban, terlihat sangat sedih setelah kehilangan istri dan anaknya. 

Ia meminta pihak investor untuk bertanggung jawab atas peristiwa tragis yang menimpa keluarganya. 

“Kami berharap ada keadilan bagi keluarga kami,” ungkap Sukrin.

Peristiwa kebakaran sumur minyak ilegal tersebut baru berhasil dipadamkan pada Sabtu petang, 23 Agustus 2025, setelah hampir sepekan berkobar. 

Setelah dinyatakan aman oleh Pertamina EP Cepu, pemerintah Kabupaten Blora mencabut status tanggap darurat pada Senin, 1 September 2025.

Editor: Suryo Sukarno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut