Terjebak di Tengah Rel, Dua Mobil Disambar KA Argo Merbabu di Kendal
KENDAL,iNewsPantura.id – Kecelakaan lalu lintas melibatkan kereta api kembali terjadi di Kabupaten Kendal. Dua unit mobil tertabrak Kereta Api (KA) Argo Merbabu di perlintasan Brogo, Desa Gebang, Kecamatan Ringinarum, Minggu (4/1/2026).
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. KA Argo Merbabu yang melaju kencang dari arah timur menabrak dua kendaraan yang terjebak di tengah perlintasan rel.
Kedua mobil tersebut masing-masing adalah mobil pikap Mitsubishi L300 bernomor polisi H-8759-TM dan Toyota Ayla bernomor polisi G-1387-FC.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal, Ipda M Heru Ardiantoro, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat palang pintu perlintasan kereta api dalam kondisi tertutup karena adanya kereta yang melintas dari arah barat ke timur.
“Setelah rangkaian kereta dari arah barat melintas, palang pintu rel tersebut terbuka. Pada saat itu mobil pikap L300 melaju dari arah selatan ke utara, dan mobil Toyota Ayla melintas dari arah utara ke selatan,” jelasnya.
Namun, ketika kedua kendaraan tersebut berada di tengah perlintasan dan saling bersimpangan, palang pintu kembali ditutup karena adanya KA Argo Merbabu yang melintas dari arah timur ke barat.
“Akibat palang pintu ditutup kembali, kedua kendaraan berhenti di atas rel karena saling bersimpangan dan tidak bisa bergerak,” ujar Heru.
Tak lama berselang, KA 27 Argo Merbabu yang datang dari arah timur langsung menabrak kedua mobil tersebut. Benturan tidak dapat dihindari karena jarak yang sudah terlalu dekat.
“Kedua mobil mengetahui palang pintu terbuka lalu melintas, tetapi saat berada di tengah perlintasan pintu kembali ditutup,” imbuhnya.
Meski kendaraan mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan dan belakang, kedua pengemudi berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum tabrakan terjadi. Pengemudi L300, Achmad Ardiyanto, warga Desa Kedungasri, Kecamatan Ringinarum, serta pengemudi Toyota Ayla, Mohammad Sidikin, warga Desa Ngerjo, Kecamatan Ringinarum, dinyatakan selamat.
Usai kejadian, kedua kendaraan segera dievakuasi dari area perlintasan. Sementara itu, KA Argo Merbabu sempat berhenti tidak jauh dari lokasi kejadian sebelum akhirnya kembali melanjutkan perjalanan.
Ipda Heru menambahkan bahwa kedua pengemudi telah mengakui kesalahan mereka. Kepada petugas, keduanya mengaku tergesa-gesa sehingga nekat melintasi perlintasan meski mengetahui masih ada kereta lain yang akan melintas.
“Sopir sudah mengaku salah. Mereka tahu masih ada kereta yang akan lewat, namun karena tergesa-gesa akhirnya tetap melintas,” ungkapnya.
Meski demikian, pihak kepolisian juga menyoroti kinerja petugas jaga perlintasan. Heru menyebut adanya kejanggalan karena palang pintu diduga dibuka sebelum seluruh rangkaian kereta api melintas sepenuhnya.
“Secara SOP, seharusnya menunggu semua kereta lewat terlebih dahulu baru palang dibuka penuh. Ini baru satu kereta lewat, palang sudah dibuka, lalu ditutup kembali,” pungkasnya.
Satlantas Polres Kendal memastikan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami kemungkinan adanya kelalaian petugas jaga perlintasan dalam peristiwa tersebut.
Editor : Eddie Prayitno