Setahun Kepemimpinan Dyah Kartika–Benny, Kendal Catat Pertumbuhan dan Turunkan Kemiskinan
KENDAL,iNewsPantura.id — Waktu berjalan satu tahun sejak Dyah Kartika Permanasari dan Benny Karnadi resmi memimpin Kabupaten Kendal pada 20 Februari 2025.
Dalam kurun tersebut, berbagai indikator makro menunjukkan pergerakan positif, terutama di sektor ekonomi, infrastruktur, dan kualitas hidup masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kendal menegaskan komitmennya menjalankan visi pembangunan 2025–2030, yakni mewujudkan daerah yang “Maju, Sejahtera, Adil, Makmur, Lestari dan Berkelanjutan”.
Fokus pembenahan diarahkan pada penguatan ekonomi daerah yang inklusif serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pertumbuhan ekonomi Kendal tercatat melampaui angka nasional 5,04 persen dan provinsi 5,37 persen. Capaian tersebut selaras dengan arah pembangunan nasional yang menargetkan pertumbuhan menuju 8 persen, penguatan hilirisasi industri, serta peningkatan daya saing SDM.
Penjabat Sekretaris Daerah Kendal, Agus Dwi Lestari, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi berdampak langsung terhadap penurunan angka kemiskinan.
“Tingkat kemiskinan Kabupaten Kendal tahun 2025 turun menjadi 8,40 persen dari 9,35 persen pada 2024. Ini menunjukkan adanya perbaikan kesejahteraan masyarakat sekaligus efektivitas program pemerintah daerah,” ujarnya.
Program yang menopang penurunan tersebut antara lain peningkatan kualitas SDM, pemberdayaan UMKM, serta penguatan perlindungan sosial.
Pemerintah daerah juga mendorong kolaborasi dengan dunia usaha, Baznas, dan kalangan akademisi untuk memperluas dampak pembangunan.
Sepanjang 2025, sebanyak 63 paket proyek infrastruktur berhasil diselesaikan melalui mekanisme lelang. Beberapa di antaranya meliputi rekonstruksi Jalan Boja–Kaligading, penggantian Jembatan Wonosari–Kartikajaya, rekonstruksi Jalan Sendang Sikucing–Larangan, pembangunan Gedung Onkologi, serta pembangunan Gedung Laboratorium Kesehatan Daerah.
Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan memperlancar konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kendal tahun 2025 mencapai 75,07, meningkat 0,73 poin dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 74,34. Kenaikan ini mencerminkan perbaikan pada dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.
Meski capaian menunjukkan tren positif, pemerintah daerah mengakui masih terdapat tantangan. Di antaranya masih banyak rumah tangga yang berada di sekitar garis kemiskinan, belum meratanya penyerapan tenaga kerja formal, serta ketergantungan ekonomi pada sektor informal dan pertanian yang rentan terhadap perubahan ekonomi dan cuaca.
Memasuki tahun kedua kepemimpinan Dyah Kartika–Benny, konsolidasi program dan penguatan kebijakan berbasis data menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas pertumbuhan dan memastikan pembangunan yang lebih inklusif bagi seluruh masyarakat Kendal.
Editor : Eddie Prayitno