Bupati Jepara Tinjau Desa Kebanjiran, Infrastruktur Terdampak Mulai Didata
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jepara juga menyapa warga yang terdampak serta melihat langsung upaya gotong royong masyarakat dalam menghadapi musibah. Bupati turut memberikan doa dan dukungan moril agar warga diberikan kekuatan dan ketabahan.
Dalam wawancara dengan para jurnalis, Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo menyampaikan bahwa kondisi bencana alam yang terjadi saat ini bersifat sangat mendesak dan membutuhkan penanganan segera dari Pemerintah Kabupaten Jepara. Oleh karena itu, Pemkab Jepara berkomitmen untuk mengambil langkah cepat melalui penyaluran Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) guna mendukung upaya penanganan darurat serta percepatan pemulihan di wilayah terdampak.
“Bencana ini sangat urgent dan akan kita bantu dengan dana BTT. Mudah-mudahan setelah Lebaran nanti sudah bisa kita bangun kembali,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa terdapat delapan kecamatan di Kabupaten Jepara yang terdampak bencana, dan saat ini kondisinya berangsur membaik. Adapun dampak terparah terjadi di Desa Tempur.
“Untuk Desa Tempur, alhamdulillah semua logistik aman, listrik sudah menyala sejak tadi malam. Hari ini mulai dilakukan pembangunan badan jalan, jika cuaca mendukung sehingga alat berat bisa naik,” jelasnya.
Bupati Jepara juga menegaskan bahwa sumber pendanaan untuk perbaikan infrastruktur dan penanganan pascabencana akan berasal dari berbagai pihak, mulai dari Dana BTT, CSR, hingga partisipasi masyarakat.
“Sekali lagi, dana untuk memperbaiki ini semua bisa berasal dari BTT, CSR, dan juga dari masyarakat. Semua akan kita kerahkan demi Jepara yang lebih baik lagi,” pungkasnya.
Editor : Suryo Sukarno