get app
inews
Aa Text
Read Next : Tokoh Agama Serukan Damai dan Jaga Kondusifitas Daerah

Banjir Rendam 123 Desa di Pati, Siswa Terobos Air Setinggi 60 Sentimeter Demi Sekolah

Kamis, 15 Januari 2026 | 15:44 WIB
header img
Suasana banjir di Pati yang merendam lebih dari ratusan desa. Vindi Agil/iNews

PATI, iNewsPantura.id  – Banjir yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, merendam sedikitnya 123 desa di 20 kecamatan. Kondisi tersebut memaksa para siswa tetap berangkat ke sekolah dengan menerobos genangan air setinggi 60 sentimeter, bahkan di beberapa wilayah ketinggian air terus bertambah hingga mencapai 1 meter dan menyebabkan sejumlah desa terisolir.

Banjir yang terjadi akibat meluapnya Sungai Silugonggo ini berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar. Para siswa harus berjuang menembus banjir demi bisa mengikuti pelajaran di sekolah.

Di Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, hampir seluruh wilayah permukiman warga terisolir akibat banjir. Akses jalan utama desa menuju sekolah terendam air setinggi lutut orang dewasa atau sekitar 60 sentimeter. Sementara itu, di area persawahan, ketinggian air terus meningkat hingga mencapai 1 meter.

Meski kondisi tersebut cukup membahayakan, para siswa tetap memilih berjalan kaki menembus genangan air. Beberapa di antaranya harus melewati jalan licin dengan arus air yang cukup deras.

“Kita tetap berangkat karena ingin mencari ilmu walau kondisi banjir. Kita di sini kedinginan, gatal-gatal juga,” ujar Febrina, seorang pelajar SMA.

Kekhawatiran juga dirasakan para orang tua siswa. Supatmo, salah satu orang tua murid, mengaku cemas melihat kondisi banjir yang belum menunjukkan tanda-tanda surut.

“Kami khawatir air semakin naik, hujan juga tidak berhenti. Tapi kami mengizinkan karena pihak sekolah menerapkan disiplin untuk tetap berangkat,” ungkapnya.

Warga berharap pemerintah Kabupaten Pati segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi banjir tahunan yang kerap melanda wilayah tersebut. Mereka menilai, persoalan banjir yang terus berulang setiap tahun sangat merepotkan dan menghambat aktivitas masyarakat, khususnya pendidikan anak-anak.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut