get app
inews
Aa Text
Read Next : IPM Kota Semarang Capai 85,80, Bukti Program Pembangunan Berjalan Efektif

Penjualan Kendaraan Listrik Meningkat, Layanan Darurat 24 Jam Dibuka di Semarang

Kamis, 29 Januari 2026 | 20:26 WIB
header img
Ruang pamer kendaraan listrik di Semarang layani panggilan darurat 24 jam. dokumen

SEMARANG, iNewsPantura.id – Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, pangsa pasar mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) telah mencapai 9,8 persen dari total penjualan kendaraan nasional dan diproyeksikan menembus 10 persen pada tahun 2026.

Meningkatnya penjualan kendaraan listrik membutuhkan layanan darurat yang bisa melayani kapanpun. Di Kota Semarang, fasilitas showroom dan layanan kendaraan listrik pertama resmi dibuka.

Kehadiran fasilitas ini dinilai memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan listrik sekaligus memperkuat ekosistem layanan purna jual di wilayah Jawa Tengah.

Showroom Polytron yang berlokasi di kawasan Pleburan tersebut mengusung konsep layanan terpadu penjualan, perawatan, dan suku cadang (3S) dalam satu lokasi.

Konsumen dapat melakukan eksplorasi produk, uji coba kendaraan, hingga mendapatkan layanan perawatan dengan dukungan teknisi tersertifikasi.

Selain fasilitas penjualan dan servis, diperkenalkan pula layanan bantuan darurat kendaraan 24 jam yang dapat diakses pengguna secara gratis dalam jangka waktu tertentu.

Layanan tersebut mencakup penarikan kendaraan (towing), penanganan ban kempis, bantuan baterai, pengantaran ke stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), hingga dukungan medis darurat untuk kondisi kecelakaan.

Kehadiran layanan bantuan darurat ini diharapkan dapat menjawab kekhawatiran pengguna kendaraan listrik terkait keamanan dan kesiapan dukungan teknis saat terjadi kendala di perjalanan.

Pembukaan showroom kendaraan listrik di Semarang ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong transisi menuju kendaraan rendah emisi.

Pemerintah menargetkan pengurangan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil secara bertahap mulai 2040 serta pencapaian Net Zero Emission pada 2060.

Dengan bertambahnya fasilitas dan layanan pendukung, Semarang diharapkan menjadi salah satu kota pendorong pertumbuhan kendaraan listrik di Jawa Tengah, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut