Tabrak Pembatas Cor Bambu, Pemotor Terlindas Truk di Jalur Kontraflow Pantura Cepiring
KENDAL,iNewsPantura.id – Jalur kontraflow di Pantura Cepiring, Kabupaten Kendal, kembali menelan korban jiwa. Seorang pemotor, Wahyudi Sampurno (44), tewas setelah terjatuh dan terlindas truk kontainer saat melintas di ruas jalan yang sedang dalam proses pengecoran, Selasa (3/2/2026) pagi.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di jalur sisi selatan arah Semarang. Saat itu korban yang mengendarai sepeda motor Honda Supra AD-4725-BND melaju dari arah Semarang menuju Batang dan memasuki jalur kontraflow.
Di lokasi kejadian, arus lalu lintas terpantau padat dan melambat. Korban berusaha mendahului kendaraan di depannya, namun sepeda motor justru menyenggol pembatas cor bambu jalur kontraflow. Akibatnya, korban kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke jalur berlawanan.
Nahas, pada saat bersamaan melintas truk kontainer B-9215-NEH bermuatan berat dari arah berlawanan. Korban yang belum sempat bangkit langsung terlindas kendaraan tersebut dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal, Ipda M Heru Ardiantoro, menyebut kondisi jalan yang menyempit serta pembatas kontraflow menjadi faktor yang membutuhkan kewaspadaan tinggi dari pengendara.
“Korban diduga terburu-buru menyalip di jalur kontraflow, padahal kondisi lalu lintas tersendat,” ujarnya.
Truk yang terlibat kecelakaan dikemudikan Adi Pangestu (25), warga Kecamatan Batang. Polisi memastikan pengemudi truk tidak memungkinkan melakukan pengereman mendadak karena jarak yang sudah terlalu dekat dan muatan kendaraan yang berat.
Saat ini, sistem kontraflow di jalur Pantura Cepiring diberlakukan dari depan SMP N 1 Cepiring arah Semarang hingga depan Kantor Kecamatan Patebon arah Jakarta, sejak 19 Januari sampai 6 Maret 2026. Selain itu, pengerjaan jalan juga berlangsung di Jembatan Kali Bodri sisi utara.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Soewondo Kendal. Polisi akan memanggil pihak pemilik proyek untuk mendalami kemungkinan adanya kelalaian dalam pengamanan lokasi pekerjaan jalan.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan akan memanggil pemilik proyek,” pungkas Heru.
Editor : Eddie Prayitno