Luapan Sungai Blorong Rendam Ratusan Rumah di Kendal, Aktivitas Warga dan Pasar Terganggu
KENDAL,iNewsPantura.id – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Kendal sejak Selasa malam hingga Rabu (11/2/2026) dini hari mengakibatkan Sungai Blorong meluap. Limpasan air sungai tersebut memicu banjir di sejumlah kecamatan dan merendam ratusan rumah warga dengan ketinggian air bervariasi, bahkan mencapai satu meter di beberapa titik.
Berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, banjir melanda wilayah Kecamatan Boja, Kaliwungu Selatan, Ngampel, dan Brangsong. Hingga Rabu pagi, belum dilaporkan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat peristiwa tersebut. Meski demikian, dampak banjir cukup signifikan karena mengganggu aktivitas warga serta akses transportasi dan perekonomian.
Di Kecamatan Boja, banjir terjadi di Perumahan Permata Campurejo, Desa Campurejo. Sebanyak 15 kepala keluarga terdampak akibat genangan air yang masuk ke area permukiman. Beruntung, banjir di wilayah ini tidak berlangsung lama dan air relatif cepat surut.
Selain itu, banjir juga menggenangi Perumahan Bancar Cluster, Desa Tampingan, serta Dusun Pilang, Desa Boja. Genangan air membuat aktivitas warga terganggu, meski sebagian masih bertahan di rumah masing-masing sambil memantau kondisi debit air.
Sementara di Kecamatan Kaliwungu Selatan, banjir terjadi di Desa Kedungsuren. Sebanyak 25 rumah terendam dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 20 sentimeter. Pada Rabu pagi, kondisi di wilayah ini dilaporkan mulai berangsur surut seiring berkurangnya intensitas hujan.
Wilayah terdampak paling luas berada di Kecamatan Ngampel dan Brangsong. Di Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel, sedikitnya 600 rumah terdampak limpasan Sungai Blorong. Air masuk ke permukiman warga sejak dini hari dan menggenangi lantai rumah hingga ketinggian lutut orang dewasa.
Di Desa Ngampel Kulon, Kecamatan Ngampel, kondisi lebih parah. Sebanyak 350 rumah dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter. Warga terpaksa menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.
Selain itu, banjir juga merendam Desa Ngampel Wetan dengan sedikitnya 130 rumah terdampak dan ketinggian air sekitar 50 sentimeter. Genangan air juga terjadi di Dusun Sudikampir, Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel, yang mengakibatkan akses antarpermukiman terganggu.
Di Kecamatan Brangsong, banjir menggenangi sejumlah wilayah, di antaranya Desa Tunggulsari dan Desa Kertomulyo. Air tidak hanya masuk ke rumah warga, tetapi juga meluber ke jalan-jalan utama dan alternatif.
Dampak banjir paling terasa terjadi di Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong. Jalan alternatif di depan Pasar Srogo tergenang air hampir setinggi pinggang orang dewasa. Kondisi ini membuat sejumlah kendaraan tidak dapat melintas dan mengalami mogok di tengah jalan.
“Air mulai subuh masuk ke pasar dan jalan alternatif serta pemukiman di Desa Sidorejo, Brangsong,” ujar Muhammad Akib, warga setempat.
Akibat genangan air tersebut, aktivitas di Pasar Srogo turut lumpuh. Pedagang terpaksa memindahkan lapaknya ke pinggir jalan karena area dalam pasar tergenang banjir hingga setinggi 30 sentimeter. Tidak hanya itu, akses masuk menuju pasar juga tergenang air setinggi sekitar 70 sentimeter, sehingga pembeli enggan masuk ke area pasar.
Kondisi ini membuat arus lalu lintas di sekitar Pasar Srogo tersendat dan memicu kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari.
BPBD Kabupaten Kendal terus melakukan pemantauan di wilayah terdampak banjir. Petugas juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memastikan kondisi warga serta kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan banjir susulan.
Masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan banjir, diimbau tetap waspada. Pasalnya, curah hujan di wilayah Kendal masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan, sehingga risiko banjir susulan masih terbuka.
Editor : Eddie Prayitno