Terekam CCTV, Dua Wanita Gasak 13 Susu Nutrisi di Swalayan Jepara
JEPARA, iNewsPantura.id – Aksi pencurian belasan kemasan susu nutrisi di sebuah swalayan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, terekam jelas kamera pengintai. Dua wanita yang mengenakan hijab diduga beraksi dengan modus berpura-pura menjadi pembeli saat suasana ramai di bulan Ramadan.
Peristiwa tersebut terjadi di Swalayan Rama yang berada di Jalan Raya Jepara–Bangsri, Jumat siang.
Dari rekaman CCTV, kedua pelaku tampak mengambil sejumlah susu nutrisi dari rak display dan memasukkannya ke dalam keranjang belanja. Gerak-gerik keduanya terlihat biasa, layaknya konsumen yang sedang berbelanja.
Namun setelah merasa cukup, pelaku menuju lorong yang relatif sepi dari pengunjung maupun karyawan. Di lokasi itulah, satu per satu kemasan susu dimasukkan ke dalam daster yang dikenakan. Setelah itu, keduanya langsung meninggalkan swalayan tanpa melakukan pembayaran di kasir.
Aksi pencurian baru diketahui setelah karyawan mencurigai rak susu nutrisi yang mendadak kosong dalam jumlah tak wajar. Setelah dilakukan pengecekan dan memutar ulang rekaman CCTV, terlihat jelas modus yang digunakan pelaku.
Pemilik swalayan mengaku kecewa atas kejadian tersebut.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini, apalagi terjadi di bulan Ramadan. Kerugian memang tidak terlalu besar, tapi ini tetap merugikan usaha kami,” ujarnya.
Ia menyebut sedikitnya 13 kemasan susu nutrisi raib dibawa kabur pelaku.
“Dari hasil pengecekan ada 13 kemasan susu nutrisi yang hilang, total kerugian sekitar Rp1,5 juta,” jelasnya.
Menurutnya, awalnya tidak ada kecurigaan terhadap kedua wanita tersebut karena penampilan mereka seperti pembeli biasa.
“Awalnya kami tidak curiga karena pelaku terlihat seperti pembeli biasa. Setelah rak kosong, baru kami cek CCTV,” katanya.
Pihak swalayan kini telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mlonggo dengan berbekal rekaman CCTV sebagai barang bukti.
“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke polisi dan berharap pelaku segera tertangkap. Ke depan kami akan memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memburu kedua pelaku. Kasus ini menjadi peringatan bagi pelaku usaha ritel untuk meningkatkan sistem keamanan, terutama saat momen Ramadan ketika aktivitas belanja masyarakat meningkat.
Editor : Suryo Sukarno