Imbas Perang Timur Tengah, Nelayan Tegal Beralih ke Dexlite akibat Solar Non Subsidi Mahal
TEGAL, iNewsPantura - Dampak konflik di Timur Tengah mulai dirasakan nelayan di pesisir Pantura. Kenaikan harga energi global imbas memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, turut mendorong lonjakan harga solar non subsidi di dalam negeri.
Kondisi tersebut dirasakan langsung nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Tegalsari. Sejak awal April 2026, harga solar non subsidi jenis B40 naik dari Rp23.100 menjadi Rp28.150 per liter atau melonjak Rp5.100.
Kenaikan harga ini membuat nelayan tidak lagi mampu membeli solar industri untuk operasional melaut. Sebagai jalan keluar, mereka beralih membeli Dexlite di SPBU yang harganya lebih terjangkau, sekitar Rp14.200 per liter.
Salah nelayan nelayan Tegalsari, Tegar Prasetyo, mengaku terpaksa mengambil langkah tersebut. Sudah hampir dua bulan nelayan kesulitan mendapatkan solar industri di Pelabuhan.
“Saya terpaksa beli Dexlite di SPBU karena solar industri mahal, tidak mampu beli, dan kalaupun ada harus antre lama,” ujarnya.
Nelayan berharap harga solar non subsidi kembali turun agar mereka bisa melaut tanpa dibebani biaya operasional yang membengkak.
Editor : Yunibar SP