get app
inews
Aa Text
Read Next : Daya Tampung Sekolah Naik 15 Persen, Semarang Perkuat Peran Sekolah Swasta

Ibu-ibu Desa Sukomanah Kompak Siapkan Buka Puasa, Tadarus Dikejar 2 Kali Khatam

Minggu, 08 Maret 2026 | 22:17 WIB
header img
Warga Desa Sukomanah menggelar buka puasa bersama setiap Jumat selama Ramadan sebagai bentuk kebersamaan dan gotong royong masyarakat. (Foto : iNewsPantura.id/ Joe H).

PURWOREJO, iNewsPantura.id — Suasana Ramadan di Desa Sukomanah, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah terasa semakin hidup dengan berbagai kegiatan keagamaan yang digelar di Masjid Al-Muttaqin. 

Salah satu yang menarik perhatian adalah tradisi buka puasa bersama setiap Jumat yang digerakkan secara swadaya oleh warga, terutama para ibu-ibu.

Pembina Takmir Masjid Al-Muttaqin, Romelan, mengatakan bahwa selama bulan Ramadan pihak takmir telah menyusun berbagai agenda keagamaan untuk memakmurkan masjid sekaligus mempererat kebersamaan warga.

“Alhamdulillah untuk kegiatan Ramadan tahun ini di Masjid Al-Muttaqin kami sudah mengagendakan beberapa kegiatan. Salah satunya buka bersama yang dilaksanakan setiap Jumat sore sebelum pengajian,” kata Romelan. 

Ia menjelaskan, kegiatan buka bersama tersebut sudah berlangsung tiga kali selama Ramadan tahun ini. Tradisi ini tidak hanya menjadi momen berbagi makanan, tetapi juga mempererat silaturahmi antarjamaah.

Menurut Romelan, kekuatan utama kegiatan tersebut terletak pada semangat gotong royong masyarakat.

“Takmir hanya memberikan dukungan saja. Justru yang luar biasa itu ibu-ibu warga sini. Sejak pukul dua siang mereka sudah berkumpul di masjid menyiapkan hidangan untuk buka bersama,” ujarnya.

Semua kebutuhan makanan untuk berbuka disiapkan dari hasil iuran dan swadaya masyarakat. Hal itu membuat kegiatan tersebut terus berjalan tanpa bergantung pada sumber dana tertentu.

Selain buka bersama, berbagai kegiatan ibadah juga rutin digelar di masjid tersebut selama Ramadan. Salah satunya adalah kuliah subuh yang dilaksanakan setiap pagi dengan pemateri bergantian dari kalangan takmir maupun jamaah.

“Kuliah subuh ini diisi secara bergiliran oleh beberapa anggota takmir dan jamaah selama satu bulan penuh,” jelasnya.

Kegiatan lainnya adalah tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan setiap selesai salat tarawih hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Targetnya, jamaah dapat mengkhatamkan Al-Qur’an dua kali selama Ramadan.

“Informasi dari jamaah yang mengikuti tadarus, sampai tadi malam sudah sampai juz ke-28. Insya Allah selama Ramadan ini kita bisa mengkhatamkan dua kali 30 juz,” kata Romelan.

Masjid Al-Muttaqin juga akan mengadakan kegiatan iktikaf pada 10 malam terakhir Ramadan. Jamaah yang ingin mengikuti kegiatan tersebut diminta mendaftar terlebih dahulu agar panitia dapat menyiapkan kebutuhan sahur secara merata.

Dalam pelaksanaan salat tarawih, takmir masjid juga menerapkan sistem imam bergiliran. Menurut Romelan, langkah ini dilakukan agar lebih banyak jamaah yang memiliki kesempatan memimpin salat.

“Jadi tidak hanya satu imam saja, tetapi bergantian dengan jamaah lain yang sudah dianggap layak menjadi imam,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukomanah, Sarwono, menyampaikan apresiasi kepada takmir masjid dan masyarakat yang aktif menghidupkan kegiatan Ramadan di desa tersebut.

Ia mengatakan, Desa Sukomanah memiliki 365 kepala keluarga (KK) dan seluruh penduduknya beragama Islam.

“Alhamdulillah penduduk di Sukomanah 100 persen beragama Islam. Kegiatan Ramadan seperti ini menjadi salah satu sarana untuk mempererat kebersamaan warga,” kata Sarwono.

Menurutnya, kegiatan buka bersama di Masjid Al-Muttaqin bukanlah tradisi baru. Kegiatan tersebut sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir sejak pengelolaan masjid dipimpin oleh takmir yang baru.

Selain itu, berbagai kegiatan keagamaan lain juga digelar selama Ramadan, seperti kajian Al-Qur’an bagi ibu-ibu yang dilaksanakan tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Kamis, dan Sabtu siang.

“Pesertanya tidak hanya dari lingkungan sekitar masjid, tetapi juga dari beberapa wilayah lain di Sukomanah bahkan ada yang dari luar desa,” jelasnya.

Di sisi lain, kegiatan pendidikan keagamaan bagi anak-anak melalui TPQ juga tetap berjalan setiap sore selama bulan puasa.

Sarwono berharap tradisi keagamaan yang sudah berjalan ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang.

“Harapannya kegiatan seperti ini terus menjadi syiar sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat. Mudah-mudahan membawa keberkahan bagi warga Desa Sukomanah,” pungkasnya.

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut