Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah, Ini Yang Dilakukan OJK
PURBALINGGA, iNewsPantura.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat. Salah satu upayanya dilakukan melalui kegiatan puncak Gebyar Ramadan Syariah (Gerak Syariah) 2026 yang digelar di Taman Kota Usman Janatin, Kabupaten Purbalingga.
Kegiatan bertema “Membuka Jalan Kebaikan Bersama Keuangan Syariah” ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, Kementerian Agama, Bank Indonesia, lembaga jasa keuangan syariah hingga komunitas ekonomi syariah.
Acara puncak dibuka langsung oleh Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, didampingi Kepala OJK Purwokerto Haramain Billady serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Christoveny.
Beragam kegiatan meramaikan acara tersebut, mulai dari final lomba seni hadrah, siraman rohani, buka puasa bersama, expo lembaga jasa keuangan syariah, festival kuliner dan bazar UMKM hingga edukasi keuangan syariah.
Selain itu, OJK bersama para pemangku kepentingan juga melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di wilayah Barlingmascakeb.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penyerahan QRIS kepada pelaku UMKM di kawasan Taman Usman Janatin sebagai upaya mempercepat digitalisasi transaksi keuangan di sektor usaha mikro.
Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi OJK tersebut. Menurutnya, Gerak Syariah menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan syariah.
“Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat tidak hanya mengenal produk keuangan syariah, tetapi juga semakin memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” ujarnya.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dilakukan OJK, tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia baru mencapai 43,42 persen, sedangkan tingkat inklusinya masih 13,41 persen. Angka ini menunjukkan masih perlunya upaya masif untuk memperluas pemahaman dan penggunaan layanan keuangan syariah di masyarakat.
Di wilayah eks Karesidenan Banyumas sendiri, hingga Desember 2025 tercatat terdapat 38 kantor cabang bank syariah serta 25 kantor pusat BPR dan BPRS yang berpotensi memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.
Untuk mendukung peningkatan literasi tersebut, Kantor OJK Purwokerto telah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan Gerak Syariah 2026, di antaranya pelatihan kepada 1.000 penyuluh agama Islam, roadshow literasi keuangan syariah di masjid dan pondok pesantren, edukasi melalui radio, hingga berbagai lomba edukatif yang diikuti ratusan peserta.
Tak hanya itu, kampanye Gerak Syariah juga melibatkan lembaga jasa keuangan syariah di wilayah Banyumas Raya dengan capaian 45 kegiatan literasi, pembukaan 7.121 rekening baru, 3.126 debitur baru, serta total pembiayaan baru mencapai Rp160,8 miliar.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, OJK berharap masyarakat semakin memahami cara mengelola keuangan secara bijak sesuai prinsip syariah serta memanfaatkan produk keuangan syariah untuk masa depan finansial yang lebih baik.
Editor : Suryo Sukarno