get app
inews
Aa Text
Read Next : Optimisme Konsumen Jateng Menguat di Awal 2026, BI: Daya Beli dan Aktivitas Usaha Terjaga

Gerakan Pangan Murah Digelar Serentak di 35 Daerah Jawa Tengah

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:30 WIB
header img
Stand pangan murah yang menyediakan beras, telur, cabai hingga minyak goreng diserbu warga dalam program pengendalian inflasi di Jawa Tengah. (Foto : iNewsPantura.id/ Wisnu W).

SEMARANG, iNewsPantura.id – Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) provinsi dan kabupaten/kota menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 35 daerah di Jawa Tengah. Program ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta anggota TPID. Sejumlah kepala daerah dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Purwokerto, dan Tegal mengikuti kegiatan secara daring. Turut hadir pula Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional, Maino Dwi Hartono, di Kabupaten Kebumen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyampaikan apresiasi kepada seluruh TPID, Bulog, BUMD pangan, pelaku usaha, dan mitra strategis atas sinergi dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan serta stabilitas harga di Jawa Tengah.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying, karena pasokan pangan di Jawa Tengah dipastikan dalam kondisi cukup.

Berdasarkan data Februari 2026, inflasi Jawa Tengah tercatat 0,76 persen secara bulanan (mtm) setelah pada Januari mengalami deflasi.

Tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, khususnya komoditas daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.

Untuk mengendalikan inflasi, Bank Indonesia bersama TPID menerapkan strategi 4K, yaitu menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga melalui GPM dan operasi pasar, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif untuk menjaga ekspektasi masyarakat.

Dalam kegiatan GPM, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok seperti beras, daging ayam dan sapi, telur ayam ras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, serta aneka sayuran dan buah dengan harga lebih terjangkau.

Bank Indonesia juga menghadirkan stand khusus yang menyediakan cabai rawit merah segar, cabai merah kering, serta mocaf yang dapat dibeli menggunakan QRIS. Inisiatif ini sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat untuk mengenal alternatif bahan pangan serta mendorong penggunaan transaksi nontunai.

Di akhir kegiatan, digelar talkshow interaktif bertema “Belanja Bijak Kunci Menjaga Stabilitas Harga” yang menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia, Dinas Pertanian dan Peternakan, serta Dinas Ketahanan Pangan.

Bank Indonesia optimistis melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, inflasi di Jawa Tengah dapat tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut