get app
inews
Aa Text
Read Next : UMKM Grande 2026 Digelar di Semarang, BI Jateng Dorong Ekonomi Hijau dan Inklusif

Tak Mudah Dipalsukan, Rupiah Indonesia Masuk Jajaran Mata Uang Teraman Dunia

Kamis, 14 Mei 2026 | 17:32 WIB
header img
Petugas menunjukkan uang Rupiah Tahun Emisi 2022 yang mendapat pengakuan internasional karena memiliki teknologi pengaman canggih dan sulit dipalsukan. Foto : iNewsPantura.id/ Wisnu W

JAKARTA, iNewsPantura.id – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat kualitas dan keamanan uang Rupiah agar semakin sulit dipalsukan. Melalui pengembangan teknologi bahan uang, teknik cetak modern, hingga penambahan unsur pengaman canggih, BI memastikan Rupiah tetap menjadi simbol kedaulatan negara yang terpercaya dan diakui dunia internasional.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali mengatakan, penguatan kualitas Rupiah dilakukan secara berkelanjutan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari risiko peredaran uang palsu.

“Bank Indonesia terus meningkatkan kualitas uang Rupiah melalui pengembangan bahan uang, teknologi cetak, dan unsur pengaman agar semakin mudah dikenali keasliannya dan semakin sulit dipalsukan,” ujar Ricky.

Menurutnya, pengakuan internasional menjadi bukti kualitas Rupiah Indonesia semakin diperhitungkan di tingkat global. Uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2022 berhasil meraih penghargaan “Best New Banknote Series” dalam ajang International Association of Currency Affairs (IACA) Currency Awards 2023.

Selain itu, uang pecahan Rp50.000 Tahun Emisi 2022 juga dinobatkan sebagai salah satu mata uang paling aman di dunia. Berdasarkan penilaian lembaga internasional BestBrokers pada November 2024, pecahan tersebut menempati posisi kedua dunia sebagai uang paling sulit dipalsukan karena memiliki 17 unsur pengaman modern.

“Pengakuan ini menunjukkan bahwa Rupiah Indonesia memiliki standar keamanan tinggi dan mampu bersaing dengan mata uang negara lain di dunia,” katanya.

BI menilai masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah peredaran uang palsu. Untuk itu, bersama Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal), BI terus menggencarkan kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah di berbagai daerah.

Dalam edukasi tersebut, masyarakat diimbau mengenali ciri keaslian Rupiah menggunakan metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Langkah sederhana itu dinilai efektif untuk memastikan keaslian uang yang diterima saat bertransaksi.

Selain memeriksa keaslian, masyarakat juga diminta menjaga kondisi fisik uang Rupiah agar tetap layak edar dan mudah dikenali. BI mengingatkan penerapan prinsip “5 Jangan”, yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi.

Ricky menegaskan, BI akan terus memperkuat sinergi bersama seluruh unsur Botasupal, Mahkamah Agung Republik Indonesia, hingga pengadilan negeri di berbagai daerah guna menjaga kehormatan Rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Menjaga Rupiah bukan hanya tugas Bank Indonesia, tetapi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Indonesia,” tegas Ricky.

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut