Viral Video Bocah Pengantar Angsuran, Kemensos Turun Tangan Dampingi Keluarga di Temanggung
TEMANGGUNG, iNewsPantura.id - Video seorang anak kecil bernama Azril yang menyerahkan uang angsuran kepada penagih utang atau yang dikenal sebagai “bank plecit” sempat ramai di media sosial. Dalam video tersebut, wajah Azril tampak legam dipenuhi arang, dengan langkah kecil yang mencerminkan keseharian keras yang ia jalani bersama keluarganya.
Belakangan diketahui, Azril Putra Priyono (6) tinggal bersama ibunya, Prihati, dan kakeknya, Sarwadi, di Desa Gandulan, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung. Keluarga ini menggantungkan hidup dari pekerjaan sebagai buruh harian lepas di pabrik briket dengan penghasilan yang terbatas dan tidak menentu.
Meski masih berusia dini, Azril tetap menjalani aktivitas layaknya anak-anak seusianya, seperti bersekolah di TK. Namun, dalam kondisi tertentu terutama saat tidak ada yang mengasuh, ikut ibunya bekerja di pabrik arang.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang viral tersebut merupakan rekaman lama yang kembali beredar di media sosial. Dalam kesehariannya, Azril lebih banyak diasuh oleh kerabatnya setelah pulang sekolah, sementara ibunya bekerja dari pagi hingga petang.
Kondisi ekonomi keluarga yang tertekan juga diperparah oleh utang harian di sejumlah koperasi swasta. Prihati harus membayar angsuran kepada beberapa penagih yang datang silih berganti. Hutang tersebut digunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari.
Melihat kondisi tersebut, Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Kartini di Temanggung bergerak cepat melakukan asesmen dan intervensi. Bantuan langsung disalurkan pada Jumat (17/4/2026) sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan dasar keluarga.
Bantuan yang diberikan meliputi perlengkapan rumah tangga seperti kasur, lemari, serta kebutuhan dapur berupa beras, minyak goreng, kompor, dan peralatan memasak. Selain itu, Azril juga menerima perlengkapan sekolah, pakaian, sepatu, serta tambahan nutrisi untuk mendukung tumbuh kembangnya.
Tak hanya itu, Kemensos juga memberikan bantuan pemberdayaan ekonomi kepada keluarga. Kakek Azril menerima bantuan kewirausahaan berupa tiga ekor kambing lengkap dengan kandangnya, sebagai langkah awal membangun sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan.
Pekerja sosial Kementerian Sosial dari Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Ambarina Murdiati, menegaskan bahwa intervensi tidak berhenti pada bantuan langsung semata.
“Kami tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga memastikan keluarga ini mendapatkan pendampingan berkelanjutan, termasuk akses terhadap program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi,” ujar Ambarina.
Selain itu, Kemensos juga melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan dinas sosial setempat untuk memastikan Prihati dapat masuk dalam program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
“Kemensos juga akan melakukan pendampingan yang mencakup advokasi ke sekolah Azril untuk memastikan hak pendidikannya tetap terpenuhi, serta edukasi kepada keluarga terkait pengelolaan keuangan agar tidak terjebak dalam pinjaman berbunga tinggi,” tambah Ambarina.
Prihati sendiri mengaku sangat terbantu atas bantuan dan perhatian Kementerian Sosial terhadap kondisinya
“Sangat membantu keluarga saya, terimakasih Kementerian Sosial, membantu meringankan kebutuhan saya,” ungkap Prihati.
Editor : Suryo Sukarno