Air Baku IPA Kudu Menurun, Perumda Tirta Moedal Imbau Warga Semarang Hemat Air
SEMARANG, iNewsPantura.id – Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang mengimbau masyarakat di wilayah pelayanan Semarang Timur untuk menghemat penggunaan air menyusul menurunnya ketersediaan air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu akibat musim kemarau.
Plt Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang, melalui Kepala Humas, Charisma Mayangsari, menyampaikan kondisi tersebut berpengaruh terhadap proses produksi dan pendistribusian air minum kepada pelanggan di sejumlah wilayah.
Masyarakat diminta menggunakan air secara bijak dan menyesuaikan pemakaian dengan kebutuhan sehari-hari.
“Seiring musim kemarau, ketersediaan air baku di IPA Kudu mengalami penurunan. Kondisi ini tentu berdampak pada proses produksi dan pendistribusian air kepada pelanggan di wilayah pelayanan Semarang Timur,” ujar Kepala Humas Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang, Charisma Mayangsari, mewakili Plt Direktur Teknik, Kamis (27/8/2026).
Pelanggan juga diimbau menampung air secukupnya ketika aliran masih tersedia sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan pelayanan, mulai dari debit air yang mengecil hingga aliran air tidak mengalir.
Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Bukit Kencana Jaya, Bukit Sendangmulyo, Rowosari, Meteseh, Kebontaman, Kedungmundu, Sendangguo, Gayamsari Selatan, Kinibalu, Karanggawang, Plamongan Sari, Plamongan Indah, Penggaron, Pedurungan, Majapahit, Fatmawati, Klipang, Ketileng, Jomblang, Tentara Pelajar, Peterongan, Tanah Putih, Wahidin, dan Singotoro.
Selain itu, wilayah Kaligawe, Padi, Kapas, Tenggang, Cilosari, Sendang Indah, Masjid Terboyo, Pengapon, Raden Patah, Industri Kaligawe, Purnosari, Pasar Kobong, Genuk, Trimulyo, Widuri, Dongbiru, Karangroto, Kudu, Syuhada, Woltermonginsidi, Muktiharjo, Tlogosari, Tlogomulyo, Pedurungan Lor, Palebon, Soekarno Hatta, Citarum, Progo, Pelabuhan, Ronggowarsito, Depo Indah, Kebonharjo, Spoorland, dan sekitarnya juga berpotensi mengalami dampak.
Editor : Suryo Sukarno