get app
inews
Aa Text
Read Next : Festival Desa Klampok, Upaya Dorong Kupat Landan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

562 Atlet Muda Beradu Presisi di MilkLife Archery Challenge 2026 Seri 1 di Kudus

Minggu, 03 Mei 2026 | 22:32 WIB
header img
Atlet muda memanah dalam MilkLife Archery Challenge 2026 Seri 1 di Kudus, bersaing menunjukkan akurasi dan konsistensi di arena pertandingan. (Foto : iNewsPantura.id/ Nur Ch).

KUDUS, iNewsPantura.id -- Sebanyak 562 atlet muda dari berbagai daerah di Jawa Tengah unjuk kemampuan dalam ajang MilkLife Archery Challenge Seri 1 2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena Rendeng Kudus sejak 30 April hingga 2 Mei. Kompetisi panahan usia dini ini menjadi panggung adu presisi, konsistensi, dan mental bertanding bagi siswa SD/MI hingga SMP/MTs dari total 137 sekolah.

Turnamen yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife tersebut mempertandingkan lima kategori, yakni Nasional U-10, U-13, U-15, serta PVC U-10 dan U-13. Para peserta berlaga di nomor individu dan beregu, membawa nama sekolah masing-masing dalam persaingan yang berlangsung ketat sejak babak awal hingga final.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menegaskan turnamen ini menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet usia dini. Menurutnya, kompetisi berjenjang seperti ini memberi ruang bagi atlet untuk mengasah teknik sekaligus membangun mental tanding. “Konsistensi mengikuti turnamen akan membantu atlet berkembang lebih matang, baik dari sisi kemampuan maupun kepercayaan diri,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Panitia, Vera Eka Wardani. Ia menyebut penggunaan kategori umur “under” sesuai regulasi PB Perpani membuka peluang lebih luas bagi atlet muda untuk berpartisipasi. Selain memperkuat ekosistem panahan di level grassroot, atmosfer kompetitif juga dinilai efektif menumbuhkan sportivitas dan kecintaan terhadap olahraga tersebut.

Persaingan mencapai puncaknya di partai final yang berlangsung dalam tensi tinggi. Di kategori PVC U-10 Putri, Anindhita Keysia Sukmawardhana dari MI NU Banat Kudus tampil dominan dengan kemenangan telak 6-0 atas Alesha Makaila Kheiran. Sementara di sektor putra, Louis Kafabillah Hasan memastikan emas usai mengalahkan Ahmad Sholahuddin Yusuf Al Ayy dengan skor 6-2.

Pertarungan sengit juga tersaji di kategori PVC U-13. Annahiza Qiana Syakira bangkit dari ketertinggalan untuk menang 6-2 atas Aura Nagita Anggraeni. Di nomor putra, Ahmad Umar Al Fatih menunjukkan konsistensi tinggi dan mengunci kemenangan 7-1. Fatih, yang telah tiga kali tampil di ajang ini, menegaskan pentingnya latihan rutin dan ketenangan saat bertanding sebagai kunci suksesnya mempertahankan gelar.

Dari kategori Nasional, Latisya Innara Surya Putri menjadi sorotan setelah meraih emas di U-10 Putri dengan kemenangan meyakinkan 6-0. Di sektor putra, Ardifa Oceano Mahasin unggul 7-1. Sementara di U-13, Aisyah Aulia Syifaunnisa dan Judistira Putra Wiarta masing-masing keluar sebagai juara setelah melewati duel ketat.

Pada kategori tertinggi, Nasional U-15, Nadia Salsabila menutup laga final dengan kemenangan tipis 6-4, sedangkan Fathir Athailla Afandi tampil dominan di sektor putra dengan kemenangan sempurna 6-0.

Keberhasilan paling mencolok diraih oleh tim MI NU Banat Kudus yang kembali menyabet gelar juara umum. Dengan raihan tiga medali emas dan satu perak, sekolah tersebut mencatat hattrick juara, hasil dari konsistensi latihan serta dukungan kuat dari sekolah dan orang tua.

Ajang ini tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam regenerasi atlet panahan nasional. Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan jam terbang sejak usia dini, diharapkan lahir lebih banyak talenta muda yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi, hingga membawa nama Indonesia di kancah internasional.

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut