get app
inews
Aa Text
Read Next : Anak Buruh Serabutan Ini Lulus Cumlaude dengan IPK Tertinggi.

Petani Zaman Now: Bangkit dari Rugi, Dwi Setiyo Rahadi Sukses Gabungkan Pertanian Dan Medsos

Minggu, 03 Mei 2026 | 23:31 WIB
header img
Dwi Setiyo Rahadi berbagi pengalaman mengembangkan pertanian digital kepada mahasiswa UMPWR dalam pelatihan videografi di Grabag, Purworejo. (Foto : iNewsPantura.id/ Joe H).

PURWOREJO, iNewsPantura.id – Kerugian ratusan juta rupiah di sektor pertanian tak membuat Dwi Setiyo Rahadi menyerah. Dari keterpurukan, dia justru menemukan jalan baru dengan memadukan pertanian dan dunia digital melalui media sosial. Lewat akun TikTok Hore Farm, Dwi membangun ekosistem agrikultur modern yang tak hanya berbagi ilmu, tetapi juga membuka peluang ekonomi.

“Dulu saya sempat rugi besar di pertanian, tapi dari situ saya belajar dan mencoba cara baru lewat media sosial. Ternyata justru membuka peluang yang lebih luas,” ujar Dwi.

Inovasi tersebut kini menjadi inspirasi bagi puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR). Dalam pelatihan videografi yang digelar di Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jumat (1/5/2026), mahasiswa diajak melihat konten digital bukan sekadar hiburan, melainkan sarana bertahan dan berkembang di tengah disrupsi zaman.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika angkatan 2024 bersama anggota UKM Sains dan Teknologi mengikuti pelatihan yang diampu dosen Isnaeni Maryam. Berbeda dari pelatihan videografi pada umumnya, kegiatan ini menitikberatkan pada bagaimana konten mampu menciptakan nilai ekonomi.

“Konten itu bukan hanya soal visual yang menarik, tapi bagaimana bisa memberi manfaat dan bahkan menghasilkan. Itu yang ingin kami tanamkan ke mahasiswa,” jelas Isnaeni Maryam.

Dalam sesi tersebut, Dwi memperkenalkan konsep “Fakultas Pertanian Terbuka” melalui akun TikTok @horefarm24. Platform itu ia manfaatkan sebagai ruang belajar bagi petani muda, dengan konten seputar praktik pertanian modern, mulai dari penggunaan fungisida hingga teknologi drone sprayer.

“Saya ingin berbagi ilmu secara terbuka. Siapa pun bisa belajar pertanian modern lewat konten yang kami buat,” tambah Dwi.

Kisah Dwi menjadi bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan titik awal inovasi. Di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks, pendekatan kreatif berbasis media sosial membuka harapan baru, tidak hanya bagi petani, tetapi juga generasi muda yang ingin berkontribusi.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa tidak hanya belajar membuat video, tetapi juga memahami bagaimana ide, kreativitas, dan teknologi dapat berpadu menciptakan peluang. Dari sawah hingga layar ponsel, semangat adaptasi dan inovasi menjadi kunci menghadapi masa depan.

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut