get app
inews
Aa Text
Read Next : Korsleting Diduga Picu Kebakaran Gudang Jamur di Sukorejo, Warga Sempat Berjibaku Padamkan Api

Dalam Sehari Terjadi Tiga Kebakaran di Kendal, Begini Penyebabnya

Kamis, 07 Mei 2026 | 16:31 WIB
header img
Petugas memadamkan api yang membakar kios es teh di Desa Karangmulyo Weleri Kamis 7 Mei 2026. iNews

KENDAL, iNewsPantura.id – Sepanjang Kamis 7 Mei 2026, tiga kejadian kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Kendal. Kebakaran pertama terjadi di Desa Margomulyo Pegandon, kemudian di Desa Tosari Brangsong dan di Desa Karangmulyo weleri.

Ketiga kebakaran ini terjadi dugaan sementara dari hubungan arus pendak, dan pemilik rumah lupa memadamkan api dalam tungku kayu.

Kebakaran di Desa Margomulyo, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal terjadi Kamis 7 Mei 2026 dinihari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp150 juta.

Rumah yang terbakar diketahui milik Siswanto, warga Desa Margomulyo Pegandon. Api diketahui pertama kali sekitar pukul 23.15 WIB saat sebagian besar warga tengah beristirahat.

Peristiwa kebakaran itu pertama kali diketahui oleh tetangga korban bernama Subaidi. Saat itu saksi mendengar suara seperti benda terbakar dari arah rumah Siswanto.

Merasa curiga, saksi kemudian keluar rumah dan mendapati kobaran api sudah membesar di bagian rumah korban. Melihat kondisi tersebut, saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Warga yang datang berusaha membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menghubungi petugas kepolisian dan pemadam kebakaran Kabupaten Kendal.

Kapolsek Pegandon, Nugroho Agung Purnomo mengatakan, berdasarkan keterangan pemilik rumah, sebelum kejadian korban sempat meninggalkan rumah untuk menuju RS Soewondo sekitar pukul 20.00 WIB.

Kemudian sekitar pukul 23.00 WIB, korban sempat pulang ke rumah dan kondisi saat itu masih dalam keadaan aman tanpa tanda-tanda kebakaran.

“Korban kemudian keluar lagi dari rumah dan tidak lama kemudian warga mengetahui rumah sudah terbakar,” jelas Kapolsek.

Api yang terus membesar membuat warga kesulitan melakukan pemadaman secara mandiri. Kobaran api dengan cepat merembet ke sebagian besar bangunan rumah beserta isi di dalamnya.

Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Kendal yang datang ke lokasi langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak merembet ke rumah warga lainnya.

Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kebakaran diduga dipicu korsleting arus listrik di dalam rumah.

Sementara kebakaran kedua terjadi  sekitar pukul 08.10 WIB di Dusun Toboyo Desa Tosari Kecamatan Brangsong.

Rumah milik Sobirin mengalami kebakaran di bagian dapur akibat api dari tungku kayu yang diduga masih menyala dan kemudian menyambar benda mudah terbakar.

Kapolsek Brangsong AKP Adi Winarno menjelaskan, sebelum kejadian pemilik rumah sempat memasak air menggunakan tungku kayu untuk mandi pagi. Namun setelah selesai, api tungku diduga tidak dipadamkan sepenuhnya karena pemilik rumah langsung pergi berjualan.

“Sekitar habis subuh pemilik rumah memasak air untuk mandi dengan menggunakan tungku kayu. Setelah selesai mandi api di tungku yang masih menyala ditinggal pemilik rumah berjualan di Kelurahan Langenharjo Kendal,” jelasnya.

Api kemudian membesar dan membakar bagian dapur rumah. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berdatangan membantu memadamkan api menggunakan air sumur dan air dari kran.

Berkat kesigapan warga, api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan rumah lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun bagian dapur rumah mengalami kerusakan cukup parah.

“Penyebab kebakaran diindikasikan karena lupa mematikan api tungku masak,” imbuh AKP Adi Winarno.

Sedangkan kebakaran ketiga  terjadi sekitar pukul 12.15 WIB di sebuah kios es teh di Dusun Peniten Desa Karanganom Kecamatan Weleri.

Kapolsek Weleri AKP Yulianto mengatakan, api pertama kali diketahui oleh warga bernama Istiana yang melihat asap hitam keluar dari dalam kios.

“Kemudian memanggil Kristin Wijayanti yang berada di dalam kontainer es teh untuk keluar karena api sudah mulai membakar kios,” ungkapnya.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran Pos Weleri. Tidak berselang lama, petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman sehingga api tidak sampai meluas.

Dugaan sementara, kebakaran kios es teh dipicu oleh korsleting listrik. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sebagian bangunan kios mengalami kerusakan akibat terbakar.

“Peristiwa tersebut diduga karena konsleting listrik dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” tambah Kapolsek Weleri.

Serangkaian kebakaran yang terjadi dalam satu hari di Kabupaten Kendal membuat aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama saat menggunakan tungku api maupun instalasi listrik di rumah dan tempat usaha.

 

 

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut