Daging Harus ASUH, JULEHA Gelar Bimtek Juru Sembelih Halal
PEMALANG, iNewsPantura.id – Kebutuhan tenaga juru sembelih halal yang memiliki kompetensi dan sertifikasi semakin penting untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan bagi masyarakat. Menjawab kebutuhan tersebut, DPD Juru Sembelih Halal (JULEHA) Kabupaten Pemalang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Juru Sembelih Halal yang diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah.
Kegiatan yang digelar di Gedung MWC NU Comal, Kabupaten Pemalang itu diikuti sebanyak 80 peserta. Tidak hanya berasal dari Kabupaten Pemalang, peserta juga datang dari sejumlah daerah lain seperti Batang, Pekalongan, Demak hingga Ponorogo.
Ketua DPD JULEHA Kabupaten Pemalang, Anwar Fathoni, mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kompetensi juru sembelih halal.
"Peserta sebanyak 80 orang, tidak hanya dari Pemalang tetapi juga dari luar daerah seperti Batang, Pekalongan, Demak hingga Ponorogo," ujar Anwar Fathoni.
Menurutnya, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi peserta agar memahami tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam dan standar yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Pemalang, Unsi Marini, menegaskan bahwa proses penyembelihan yang benar menjadi faktor penting dalam menghasilkan produk daging berkualitas.
"Daging hasil sembelihan harus memenuhi prinsip ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh dan Halal," kata Unsi Marini.
Ia menjelaskan bahwa penyembelihan yang sesuai ketentuan tidak hanya berkaitan dengan aspek syariat, namun juga menyangkut kesehatan masyarakat, kebersihan, serta keamanan pangan.
Di sisi lain, Ketua DPW JULEHA Jawa Tengah, Eri Gunarto, menyebut perkembangan jumlah juru sembelih halal di Jawa Tengah terus mengalami peningkatan.
"Saat ini sudah sekitar 10 ribu JULEHA yang diberikan pelatihan di seluruh Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 JULEHA telah memiliki sertifikasi BNSP," ujar Eri Gunarto.
Menurutnya, pelatihan terus diperluas untuk menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional dalam bidang penyembelihan halal, sekaligus mendukung penguatan ekosistem produk halal di Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan memiliki kemampuan teknis penyembelihan yang baik dan mampu menerapkan standar penyembelihan sesuai syariat serta ketentuan kesehatan yang berlaku.
Editor: Suryo Sukarno