Pemkab Purworejo Perkuat Kapasitas ASN, Optimalkan Pendapatan Daerah dari Sektor Retribusi
PURWOREJO,iNewsPantura.id – Pemerintah Kabupaten Purworejo terus berupaya meningkatkan kemampuan aparatur sipil negara dalam mengelola dan mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Pelatihan Pengawasan dan Penggalian Potensi Retribusi Angkatan I Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Yogyakarta tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 8 hingga 11 Juni 2026 di Ruang Arahiwang Setda Kabupaten Purworejo.
Pelatihan dibuka langsung oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti didampingi Asisten Administrasi Umum dan Kesra Budi Wibowo, Kepala BKPSDM Agung Wibowo, Kepala BPKPAD Hadi Sadsila, serta perwakilan Balai Diklat Keuangan Yogyakarta sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti menegaskan bahwa pendapatan daerah memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan publik kepada masyarakat. Karena itu, dibutuhkan aparatur yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan dalam melakukan pengawasan serta menggali potensi retribusi secara optimal.
“Pendapatan daerah menjadi salah satu penopang utama pembangunan dan pelayanan publik. Oleh sebab itu, aparatur yang menangani sektor ini harus memiliki pemahaman yang baik serta mampu mengidentifikasi potensi-potensi pendapatan yang belum tergarap secara maksimal,” ujarnya.
Bupati meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Saya minta seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya untuk menambah wawasan, memperkuat kompetensi, dan meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas,” katanya.
Menurut Bupati, peningkatan kapasitas aparatur menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung visi Purworejo Berseri melalui penguatan kualitas sumber daya manusia aparatur.
Ia berharap hasil pelatihan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja perangkat daerah, khususnya yang memiliki tugas dan fungsi dalam pengelolaan pendapatan daerah.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan SDM BKPSDM Kabupaten Purworejo, Nathalia Wulandari, menjelaskan bahwa pelatihan diikuti oleh 32 Aparatur Sipil Negara dari berbagai perangkat daerah yang terkait dengan pengelolaan retribusi.
Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai teknik pengawasan dan strategi penggalian potensi retribusi yang efektif guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Pelatihan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap kebutuhan strategis pemerintah daerah dalam mengamankan pendapatan asli daerah dari sektor retribusi melalui peningkatan kualitas pengawasan dan penggalian potensi retribusi,” jelasnya.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai potensi retribusi yang belum tergarap secara maksimal, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan pemungutan retribusi agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan meningkatnya kapasitas aparatur, Pemerintah Kabupaten Purworejo optimistis pengelolaan retribusi daerah dapat dilakukan lebih efektif dan profesional, sehingga mampu mendukung peningkatan pendapatan daerah yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
Editor : Eddie Prayitno