Kritik Pelayanan Desa, Banner Protes Warga Ngawensari Viral di Media Sosial
KENDAL,iNewsPantura.id – Kekecewaan warga terhadap pelayanan pemerintahan Desa Ngawensari, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, dituangkan dengan cara yang tak biasa. Sebuah banner berisi kritik terhadap kepala desa dan perangkat desa dipasang di pagar balai desa dan kemudian viral di media sosial, Selasa (9/6/2026).
Banner tersebut memuat tulisan berbahasa Jawa yang bernada sindiran kepada kepala desa beserta perangkatnya. Inti pesan yang disampaikan adalah meminta pejabat desa untuk menyerahkan jabatan apabila sudah tidak mampu menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Aksi pemasangan banner itu diduga merupakan akumulasi kekecewaan warga yang selama ini mengaku kesulitan menemui kepala desa saat membutuhkan pelayanan administrasi. Warga menyebut keberadaan kepala desa di kantor desa sering kali sulit ditemui ketika dibutuhkan untuk menandatangani maupun mengesahkan berbagai dokumen.
Akibat kondisi tersebut, sebagian warga mengaku harus mendatangi rumah pribadi kepala desa atau mencari keberadaannya di tempat lain agar urusan administrasi dapat diselesaikan.
Viralnya banner tersebut langsung memantik perhatian publik. Berbagai tanggapan bermunculan di media sosial. Tidak sedikit warganet yang menilai aksi tersebut sebagai bentuk kritik terbuka terhadap kualitas pelayanan publik di tingkat pemerintahan desa.
Sekretaris Desa Ngawensari, Naskuriah, mengakui bahwa kepala desa memang tidak selalu berada di kantor desa. Menurutnya, hal itu karena kepala desa kerap menghadiri rapat dan kegiatan kedinasan di luar kantor.
"Kalau ada warga yang membutuhkan tanda tangan atau cap surat biasanya datang ke rumah kepala desa. Bisa juga menemui beliau saat berada di Kantor MBG," ujar Naskuriah.
Ia menegaskan bahwa pemerintah desa tidak memandang banner tersebut sebagai serangan pribadi, melainkan sebagai masukan yang perlu diperhatikan bersama.
Menurutnya, kritik yang disampaikan warga menjadi pengingat bagi seluruh perangkat desa untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan dan meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas.
"Banner itu merupakan koreksi untuk semua perangkat desa. Ini adalah aspirasi warga," katanya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi sorotan mengenai pentingnya kehadiran aparatur pemerintah desa di tengah masyarakat. Sebagai garda terdepan pelayanan publik, pemerintah desa dituntut mampu memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan dapat diakses warga tanpa hambatan.
Pascaviralnya banner tersebut, Pemerintah Desa Ngawensari berkomitmen melakukan evaluasi internal agar pelayanan administrasi kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan tidak lagi menimbulkan keluhan serupa di kemudian hari.
Editor : Eddie Prayitno