get app
inews
Aa Text
Read Next : Warga Tolak Galian C, Hasil Musdes Jadi Dasar Perjuangan Jaga Lingkungan

60 Warga Baru Perguruan Silat Harimau Putih Disahkan Lewat Gelaran Suran Akbar

Minggu, 21 Juni 2026 | 16:31 WIB
header img
Pengesahan warga baru Perguruan Pencak Silat harimau Putih Kaliwungu. eddie prayitno/iNews

KENDAL,iNewsPantura.id – Suasana Padepokan Perguruan pencak silat Harimau Putih di Desa Sukomulyo Kaliwungu Selatan berubah menjadi lautan pesilat Minggu (21/6/2026).

Ratusan anggota Perguruan Pencak Silat Harimau Putih dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam kegiatan akbar bertajuk Suran Akbar dan doa bersama.

Agenda tahunan ini menjadi salah satu tradisi penting perguruan pencak silat asli Kendal yang berpusat di Kaliwungu. Tahun ini, kegiatan diikuti sekitar 500 hingga 600 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Puncak kegiatan Suran Akbar ditandai dengan pengesahan 60 warga baru yang resmi bergabung dalam keluarga besar Perguruan Pencak Silat Harimau Putih. Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan penuh makna, menjadi simbol lahirnya anggota baru dalam tradisi pencak silat yang telah berkembang luas.

Selain pengesahan warga baru, kegiatan ini juga menjadi momentum silaturahmi nasional antaranggota perguruan sekaligus penguatan nilai-nilai persaudaraan, kebangsaan, serta pelestarian budaya pencak silat asli Indonesia.

Guru Besar Pencak Silat Asli Kendal, KH Muhammad Tomny Fadlurahman menegaskan bahwa pencak silat harus menjadi sarana pembentukan karakter, bukan untuk tindakan kekerasan.

“Silat itu olahraga dan pembentukan karakter, bukan untuk berkelahi. Kalau mau bertanding, di atas ring. Yang paling penting adalah menjaga nama baik almamater dan menghormati orang tua,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Perguruan Harimau Putih yang didirikan oleh KH Istihar telah berkembang luas hingga ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri seperti Jepang, berkat peran para santri yang membawa ajaran pencak silat dari Kaliwungu.

Menurutnya, perkembangan ini menunjukkan bahwa pencak silat tidak hanya sebagai olahraga, tetapi juga sarana dakwah dan pembinaan akhlak.

Sementara itu, Ketua Perguruan Pencak Silat Harimau Putih periode 2018–2026, KH Nur Khafidhin menyampaikan bahwa Suran Akbar memiliki makna penting sebagai pengikat persaudaraan seluruh anggota perguruan.

Ia berharap kegiatan ini dapat terus digelar secara rutin dan berkembang menjadi agenda berskala nasional.

“Insyaallah Suran Akbar ini akan menjadi event tahunan yang mempertemukan seluruh pesilat Harimau Putih dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Peserta kegiatan datang dari berbagai daerah seperti Malang, Semarang, Salatiga, Kudus, Demak, Batang, Pekalongan, Tegal, Brebes, Wonosobo, hingga Cirebon.

Selain prosesi pengesahan, kegiatan juga diisi doa bersama serta pertunjukan seni tradisional Barong dan Reog Budhoyo Mudo Taliwongso yang menambah kekhidmatan suasana.

Suran Akbar Harimau Putih tahun ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi ruang pertemuan besar yang memperkuat identitas budaya, persaudaraan, dan semangat pelestarian pencak silat di Kabupaten Kendal.

 

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut