100 Anak Terindikasi Stunting di Boja Kendal Dapat Pendampingan Khusus
KENDAL,iNewsPantura.id – Sebanyak 100 anak yang terindikasi mengalami stunting di Kecamatan Boja menjadi sasaran program penanganan gizi yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Kendal, Puskesmas Boja, kader posyandu, dan Alfamart. Program tersebut diharapkan mampu mempercepat upaya penurunan kasus stunting di wilayah tersebut.
Seratus anak penerima manfaat berasal dari empat desa, yakni Boja, Bebengan, Campurejo, dan Krajan Meteseh. Mereka mendapatkan tambahan asupan protein hewani berupa satu butir telur setiap hari yang didistribusikan secara berkala selama tiga hingga enam bulan.
Petugas Puskesmas Boja, Wiwik Dian Cahyani, mengatakan penanganan stunting membutuhkan langkah terpadu, tidak hanya melalui pemberian makanan tambahan tetapi juga edukasi kepada keluarga mengenai pola asuh dan pola makan yang sehat.
"Anak-anak mendapatkan tambahan protein hewani setiap hari, namun orang tua juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang agar hasilnya lebih optimal," ujarnya.
Menurut Wiwik, telur dipilih karena memiliki kandungan protein yang baik untuk mendukung pertumbuhan anak. Selain mudah diperoleh, telur juga relatif terjangkau sehingga dapat menjadi sumber gizi yang berkelanjutan bagi keluarga.
Selama program berlangsung, petugas kesehatan bersama kader posyandu akan melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan anak. Pemeriksaan meliputi berat badan, tinggi badan, hingga kondisi kesehatan secara umum untuk mengetahui efektivitas intervensi yang dilakukan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini. Pasalnya, gangguan pertumbuhan pada anak dapat berdampak pada kualitas kesehatan dan kemampuan belajar di masa depan apabila tidak segera ditangani.
General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan Kabupaten Kendal termasuk salah satu dari 39 kabupaten dan kota di Indonesia yang menjadi lokasi pelaksanaan program Satu Telur Sehari pada tahun 2026.
Ia menjelaskan, program yang telah berjalan selama empat tahun itu tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan pangan, tetapi juga pendampingan dan edukasi kepada keluarga penerima manfaat.
"Melalui kolaborasi dengan dinas kesehatan, puskesmas dan kader posyandu, kami berharap program ini dapat membantu menekan angka stunting dan mendukung tumbuh kembang anak secara berkelanjutan," katanya.
Dengan adanya intervensi terhadap 100 anak yang terindikasi stunting di Boja, diharapkan upaya penanganan yang dilakukan dapat memberikan hasil nyata serta memperkuat komitmen Kabupaten Kendal dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Editor : Eddie Prayitno