get app
inews
Aa Text
Read Next : Siap-Siap, Mulai Oktober Kebijakan Satu Data Indonesia Diberlakukan di Kota Pekalongan

Buka Peluang Kerja Inklusif, Puluhan Difabel di Brebes Dilatih Jadi Operator Jahit Sepatu

Kamis, 25 Juni 2026 | 12:58 WIB
header img
Sebanyak 30 peserta difabel dari Kabupaten Brebes dan sekitarnya antusias mengikuti pelatihan keterampilan menjahit dengan skema Operator Jahit Sepatu yang difasilitasi oleh Ruang Amal Indonesia. Foto: Ist

BREBES, iNewsPantura.id -  Tantangan penyandang disabilitas di Indonesia untuk hidup mandiri dan mendapatkan pekerjaan layak hingga kini masih cukup besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat partisipasi kerja kelompok difabel tergolong masih rendah.

Minimnya akses pelatihan keterampilan serta terbatasnya lowongan kerja yang inklusif menjadi faktor utama yang menjegal kemandirian ekonomi mereka. Padahal, mereka mengantongi potensi yang sama untuk tumbuh, berkarya, dan berdaya di masyarakat.

Berangkat dari urgensi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berkolaborasi dengan Mandiri Taspen menggelar Program Vokasi Disabilitas di Gedung Islamic Center Brebes. Inisiatif nyata ini menjadi jembatan bagi kelompok rentan agar mampu menguasai keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.

Sebanyak 30 peserta difabel dari Kabupaten Brebes dan sekitarnya antusias mengikuti pelatihan keterampilan menjahit dengan skema Operator Jahit Sepatu yang difasilitasi oleh Ruang Amal Indonesia. Selama lima hari, para peserta ditempa secara teknis agar siap kerja. Menariknya, setelah lulus pelatihan, mereka akan langsung diprioritaskan masuk dalam proses penempatan kerja pada sejumlah perusahaan industri sepatu besar yang beroperasi di wilayah Brebes.

Langkah ini mempertegas komitmen PNM yang selama ini konsisten mendampingi masyarakat prasejahtera. Jika biasanya PNM fokus menyasar pemberdayaan kaum perempuan dan pelaku usaha ultra mikro, kali ini kepedulian tersebut diperluas demi memastikan hak kemandirian para penyandang disabilitas terpenuhi secara setara.

Bagi para peserta, momentum ini bukan sekadar kelas belajar biasa, melainkan sebuah pintu gerbang menuju masa depan yang lebih cerah.

“Selama ini kami sering merasa kesempatan kerja itu terbatas. Melalui pelatihan ini, kami mendapatkan ilmu baru sekaligus kepercayaan diri bahwa kami juga mampu bekerja dan berkarya. Semoga setelah pelatihan ini kami bisa mendapatkan pekerjaan dan membantu keluarga,” ujar salah satu peserta Program Vokasi Disabilitas.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa program pemberdayaan yang berkelanjutan wajib menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, terutama mereka yang masih kesulitan menembus pasar kerja formal.

“Setiap orang memiliki potensi untuk berkembang apabila diberikan kesempatan dan akses yang tepat. Melalui program ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki peluang yang lebih besar untuk mandiri, berkarya, dan meningkatkan kualitas hidupnya. Kami percaya pemberdayaan yang inklusif akan menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Kindaris.

Melalui sinergi ini, PNM dan Mandiri Taspen membuktikan komitmen pemberdayaan yang merangkul semua pihak. Karena di balik keterbatasan fisik, selalu ada potensi luar biasa yang siap melejit jika diberi ruang dan dukungan yang tepat.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut