Merti Dusun Pesanggrahan, Tradisi Syukur yang Menyatukan Ribuan Warga Lewat Budaya dan Spiritualitas
KENDAL,iNewsPantura.id – Semangat gotong royong, rasa syukur, dan kecintaan terhadap budaya lokal kembali menghidupkan Dusun Pesanggrahan, Desa Sidokumpul, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal. Tradisi tahunan Merti Dusun Pesanggrahan yang digelar setiap bulan Suro tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan spiritual masyarakat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak Kamis dini hari. Seusai Salat Subuh, warga menggelar doa bersama dan slametan di empat sumber mata air yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat. Keempat mata air tersebut memiliki nilai sejarah tersendiri, dengan mata air Kalilingseng di RT 48 RW 10 menjadi lokasi yang paling ramai didatangi warga untuk mengikuti ritual syukur.
Usai prosesi di sumber mata air, masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan dusun sebagai simbol kepedulian terhadap alam dan kebersihan kampung. Tradisi kemudian dilanjutkan dengan slametan di kompleks makam yang diyakini sebagai petilasan Mbah Kyai Santri, tokoh penyebar agama Islam di wilayah tersebut. Pada malam harinya, warga mengikuti pengajian sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus doa bersama agar dusun senantiasa diberi keselamatan dan keberkahan.
Puncak kemeriahan berlangsung melalui Gebyar Jaran Kepang yang digelar sejak pagi hingga malam. Atraksi seni tradisional itu berhasil menarik ribuan warga dari berbagai daerah. Anak-anak, remaja, hingga orang tua memadati lokasi pertunjukan untuk menikmati penampilan para seniman yang menyuguhkan kesenian khas Jawa dengan penuh semangat.
Kepala Dusun Pesanggrahan, Teguh Rahayu, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan merupakan tradisi tahunan yang terus dijaga oleh masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur.
"Ini merupakan rangkaian acara Merti Dusun Pesanggrahan yang setiap tahun kami lestarikan bersama. Tradisi ini sudah menjadi adat yang terus kami pertahankan," ujarnya.
Senada dengan itu, panitia kegiatan sekaligus tokoh muda Pesanggrahan, Faisal, menegaskan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga budaya agar tidak tergerus perkembangan zaman.
"Kami akan sekuat tenaga melestarikan budaya dari nenek moyang kami. Tradisi ini bukan sekadar hiburan, tetapi merupakan identitas dan kebanggaan masyarakat Pesanggrahan yang harus terus dijaga," katanya.
Bagi masyarakat Pesanggrahan, Merti Dusun bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Tradisi ini menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta mengajarkan generasi muda pentingnya menghormati sejarah, menjaga lingkungan, dan mencintai budaya daerah. Nilai-nilai itulah yang diharapkan tetap hidup sehingga warisan leluhur dapat terus lestari di tengah arus modernisasi.
Editor : Eddie Prayitno