Destinasi Wisata Baru di Lereng Limbangan, Nikmatii Kuliner dengan Panorama Empat Gunung
KENDAL,iNewsPantura.id – Kabupaten Kendal kembali memiliki destinasi wisata kuliner yang layak menjadi tujuan para pencinta kuliner tradisional. Berada di Desa Sebalong, Kecamatan Limbangan, Kuliner Londer menawarkan perpaduan makanan khas daerah dengan panorama alam pegunungan yang memanjakan mata.
Sejak dibuka pada 2024, kawasan yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sebalong itu terus menarik perhatian wisatawan. Selain menyajikan aneka kuliner khas Limbangan dengan harga terjangkau, lokasi ini menawarkan suasana pedesaan yang sejuk dengan latar empat gunung yang menjadi daya tarik utama.
Setiap pagi, sejak pukul 06.00 WIB, kawasan Kuliner Londer sudah dipenuhi pengunjung. Pedagang mulai menyajikan berbagai hidangan tradisional yang menjadi favorit masyarakat maupun wisatawan dari berbagai daerah.
Menu yang tersedia cukup beragam, mulai dari pecel gablok, bubur pecel, sate pecel, sate lontong, hingga aneka jajanan tradisional seperti kue cucur dan berbagai kudapan khas pedesaan. Seluruh makanan diolah menggunakan resep turun-temurun yang masih dipertahankan, sehingga menghadirkan cita rasa autentik khas Limbangan.
Salah satu keunggulan Kuliner Londer adalah harga yang sangat ramah di kantong. Pengunjung dapat menikmati aneka makanan dan jajanan dengan kisaran harga mulai Rp1.000 hingga Rp10.000 per porsi.
Lokasinya juga mudah dijangkau. Dari pusat Kecamatan Limbangan, waktu tempuh menuju kawasan kuliner ini hanya sekitar tiga menit. Infrastruktur jalan yang telah dibeton memudahkan akses kendaraan roda dua maupun roda empat.
Namun bukan hanya kulinernya yang menjadi daya tarik. Dari kawasan ini, pengunjung dapat menikmati panorama Gunung Ungaran, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Prau yang tampak berdiri megah di kejauhan. Pada pagi hari, kabut tipis yang menyelimuti pegunungan menghadirkan suasana sejuk dan menenangkan.
Hamparan persawahan, perkampungan, serta udara pegunungan yang masih bersih menjadikan Kuliner Londer sebagai lokasi favorit untuk bersantai bersama keluarga. Kawasan ini beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 15.00 WIB. Selain menikmati kuliner, pengunjung yang membawa anak juga dapat memanfaatkan kolam keceh yang tersedia sebagai wahana bermain.
Salah seorang pengunjung asal Boja, Luhita, mengaku hampir setiap Minggu datang bersama keluarganya ke Kuliner Londer setelah berolahraga.
"Suasananya sangat nyaman, udaranya segar, makanannya enak dan murah. Yang datang juga bukan hanya warga Kendal, tetapi banyak dari Semarang, Ungaran, bahkan daerah lain," ujarnya.
Ketua Pokdarwis Kuliner Londer, Luki, menjelaskan kawasan tersebut mulai dikembangkan pada 2024. Awalnya hanya berupa lapak-lapak sederhana di pinggir jalan.
Melihat antusiasme masyarakat yang terus meningkat, Pemerintah Desa Sebalong kemudian memperluas area dengan memanfaatkan tanah bengkok desa agar pedagang memperoleh tempat yang lebih representatif sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Meski demikian, menurut Luki, kapasitas lahan parkir masih menjadi pekerjaan rumah karena jalur menuju Kuliner Londer juga menjadi akses menuju tiga destinasi wisata sekaligus, yakni Kuliner Londer, Desa Wisata Pinus Separe, dan Desa Wisata Kalikesek.
"Kalau akhir pekan memang cukup padat karena menjadi jalur wisata. Meski jalannya relatif sempit, kondisi jalan sudah dibeton sehingga akses tetap nyaman bagi wisatawan," jelasnya.
Sementara itu, Camat Limbangan, Sucipto, mengapresiasi keberhasilan masyarakat dan Pokdarwis dalam mengembangkan potensi desa menjadi destinasi wisata yang mampu menarik wisatawan.
Menurutnya, keunggulan Kuliner Londer tidak hanya terletak pada sajian makanan tradisional dengan harga terjangkau, tetapi juga konsep wisata yang memadukan kuliner lokal dengan panorama alam pegunungan.
Ia menyebut Kecamatan Limbangan memiliki sejumlah destinasi wisata berbasis alam yang terus berkembang. Salah satunya adalah Wisata Pinus Separe yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi tujuan wisata favorit. Kehadiran Kuliner Londer dinilai melengkapi ekosistem pariwisata di Limbangan sehingga wisatawan memiliki lebih banyak pilihan untuk menikmati kawasan tersebut.
Sucipto juga menilai berkembangnya wisata desa memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Warga tidak hanya mengandalkan sektor pertanian, tetapi juga mampu mengolah hasil pertanian menjadi produk kuliner yang memiliki nilai tambah. Bahkan masyarakat yang tidak berjualan langsung di lokasi tetap dapat memperoleh manfaat ekonomi dengan memasok makanan kepada para pedagang.
Keberadaan Kuliner Londer menjadi contoh bagaimana potensi desa dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang menarik melalui kolaborasi masyarakat dan pemerintah. Dengan kekuatan kuliner tradisional, harga yang terjangkau, serta panorama empat gunung yang memikat, destinasi ini berpeluang menjadi ikon wisata kuliner baru di Kabupaten Kendal sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat Desa Sebalong.
Editor: Eddie Prayitno