Jaga 291 Ribu Penerima MBG, SPPG di Kendal Rutin Disidak
KENDAL,iNewsPantura.id – Sebanyak 291.580 orang di Kabupaten Kendal menjadi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Besarnya cakupan penerima membuat pengawasan terhadap proses pengolahan makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus diperketat.
Setiap tahapan menjadi perhatian, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, kebersihan fasilitas, hingga makanan dikirim kepada penerima. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan makanan yang dibagikan tetap memenuhi standar keamanan pangan.
Koordinator SPPG Kendal M Faris Maulana mengatakan, pemeriksaan dilakukan secara rutin melalui inspeksi mendadak (sidak) oleh koordinator wilayah. Waktu pemeriksaan bahkan dilakukan sejak tengah malam hingga pagi saat proses produksi berlangsung.
“Pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan penyediaan MBG berjalan sesuai SOP, terutama terkait keamanan pangan,” kata Faris.
Di Kendal saat ini terdapat 142 SPPG. Sebanyak 127 di antaranya telah beroperasi dan seluruh SPPG yang sudah beroperasi tersebut telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Untuk SPPG yang operasional di Kendal, 100 persen sudah ber-SLHS,” ujarnya.
Selain pengawasan selama proses produksi, pemeriksaan dilakukan kembali sebelum makanan didistribusikan. Petugas memperhatikan kondisi makanan, termasuk rasa, aroma, dan warna.
Apabila ditemukan kejanggalan, makanan diminta tidak dikirim kepada penerima meskipun sudah selesai dimasak.
“Meskipun sudah terlanjur dimasak, kalau ada kejanggalan dalam rasa, aroma, maupun warna, diarahkan untuk tidak melaksanakan distribusi. Karena keamanan pangan lebih penting,” tegas Faris.
Pengaturan waktu produksi juga menjadi bagian dari pengawasan. SPPG diminta menyesuaikan waktu memasak dengan jadwal konsumsi untuk memperpendek rentang waktu makanan berada dalam kondisi siap santap sebelum diterima penerima manfaat.
Menurut Faris, sidak tidak hanya melihat makanan yang dihasilkan. Kondisi dapur dan sarana prasarana juga menjadi bagian evaluasi.
Sejumlah fasilitas yang tidak lagi sesuai standar atau mengalami penurunan kondisi akibat penggunaan intensif mendapat rekomendasi perbaikan hingga renovasi.
“Beberapa SPPG yang fasilitas dan sarprasnya tidak sesuai menghasilkan rekomendasi untuk renovasi secara menyeluruh sesuai standar seperti awal SPPG operasional. Beberapa sarpras karena sering digunakan perlu diperbarui dan direnovasi,” jelasnya.
Evaluasi juga menyentuh jam kerja petugas, jam produksi, menu, serta bahan baku yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi dan mudah basi.
Faris mengatakan variasi menu tetap diperlukan untuk menjaga keberagaman makanan yang diterima penerima manfaat. Namun, bahan pangan tertentu perlu mendapat perhatian lebih dalam pengolahan dan penanganannya.
Pengetatan pengawasan tersebut dilakukan menyusul adanya kasus dugaan keracunan MBG di Kabupaten Batang. Pemerintah dan pengelola SPPG Kendal berharap seluruh tahapan pengolahan makanan dapat berjalan sesuai prosedur sehingga keamanan penerima manfaat tetap terjaga.
“Kami berharap kasus serupa jangan sampai terjadi di Kendal. Evaluasi dan SOP diperketat serta dibarengi dengan sidak yang terus dilaksanakan setiap hari,” kata Faris.
Editor: Eddie Prayitno