get app
inews
Aa Text
Read Next : Kebakaran Landa Rumah dan Pabrik Kerupuk di Kudus, Kerugian Capai Rp 300 Juta

Dua Kebakaran Terjadi di Kudus dalam Satu Pagi, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp310 Juta

Kamis, 16 Juli 2026 | 15:26 WIB
header img
Petugas pemadam berjibaku memadamkan dua kebakaran di Gebog dan Mejobo, Kudus. Tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai Rp310 juta. Foto : iNewsPantura.id/ Nur Ch

KUDUS, iNewsPantura.id -- Dua peristiwa kebakaran terjadi di Kabupaten Kudus pada Kamis (16/7/2026) pagi. Kebakaran pertama menghanguskan sebuah rumah di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, sedangkan kebakaran kedua melanda dapur Cafe dan Resto Di Nata di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo. Tidak ada korban jiwa dalam kedua kejadian tersebut, namun total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp310 juta.

Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 05.00 WIB di rumah milik Rizal Saputra di Desa Karangmalang RT 02 RW 01, Kecamatan Gebog. Saat itu, pemilik rumah yang tinggal seorang diri melihat kepulan asap berasal dari kamar di sisi timur rumah. Ia berusaha memadamkan api menggunakan ember berisi air, namun kobaran api semakin membesar dan merambat ke ruangan lain.

Pemilik kemudian meminta bantuan kerabat dan warga sekitar sebelum menghubungi petugas pemadam kebakaran. Dua unit Damkar Satpol PP Kudus dan satu unit Damkar BPBD Kudus tiba di lokasi sekitar pukul 05.40 WIB. Api pokok berhasil dipadamkan pada pukul 06.20 WIB dan pendinginan selesai sekitar pukul 06.30 WIB.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik pada stop kontak atau charger telepon genggam yang kemudian menyambar kasur dan barang-barang mudah terbakar di dalam kamar. Rumah permanen berukuran sekitar 14 x 8 meter beserta sebagian besar perabot rumah tangga mengalami kerusakan. Kerugian diperkirakan mencapai Rp260 juta.

Sekitar pukul 07.00 WIB, kebakaran kembali terjadi di Cafe dan Resto Di Nata, Desa Jepang RT 04 RW 01, Kecamatan Mejobo. Warga melihat asap keluar dari bangunan yang saat itu dalam keadaan terkunci. Bersama Ketua RT, warga mendobrak pintu menuju dapur dan mendapati api telah berkobar.

Upaya pemadaman awal dilakukan menggunakan ember dan selang air, namun api terus membesar sehingga petugas pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Sebanyak lima unit mobil pemadam dari Damkar Satpol PP Kudus, BPBD Kudus, PT Djarum, dan PT Noyorono, dibantu satu unit Water Cannon Polres Kudus, berhasil mengendalikan api. Petugas tiba sekitar pukul 07.30 WIB, api pokok padam pada pukul 07.50 WIB, dan pendinginan selesai pukul 08.00 WIB.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan api diduga berasal dari korsleting listrik pada stop kontak yang digunakan untuk dua unit freezer showcase di area dapur. Bangunan dapur berukuran sekitar 5 x 7 meter beserta peralatan memasak, peralatan makan dan minum, kompor gas, lima tabung gas, dan perlengkapan lainnya mengalami kerusakan. Kerugian ditaksir sekitar Rp50 juta.

Petugas Damkar Sat Pol PP, Efendy, mengatakan kedua kejadian sama-sama diduga dipicu oleh gangguan instalasi listrik, meski sumber awalnya berada pada perangkat yang berbeda.

"Berdasarkan hasil asesmen awal di lapangan, kebakaran di Karangmalang diduga bermula dari korsleting pada stop kontak atau charger telepon seluler di dalam kamar, sedangkan di Mejobo diduga berasal dari stop kontak yang digunakan untuk dua unit freezer showcase di area dapur. Dugaan penyebab tersebut masih berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa cepatnya laporan dari warga dan respons gabungan petugas pemadam kebakaran, BPBD, TNI-Polri, relawan, serta masyarakat sekitar membuat api dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas ke bangunan lain di lingkungan yang padat penduduk.

"Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik, menghindari penggunaan stop kontak secara berlebihan, serta memastikan peralatan elektronik yang tidak digunakan dalam kondisi aman agar kejadian serupa dapat dicegah," tambahnya.

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut